Aku mengerti sorot matamu
Getar bibir
Kerut kening
Galap ketidakberdayaan
Melambai jemari puntung
Dalam tulang dada hampa
Menyeru angan-angan tak terjangkau
Kau meminta aku menulis di dinding kalbu
Kau tak tahu aku dalam pasungan
Pena tak bertinta
Aku kehabisan kata-kata
Menyulang cahaya di keningmu
Bulan mati di krongkongan.
Josias,Ternate-Maluku Utara.
"Seperti teratai, lihatlah teratai patah tubuhku. Kolam hitam
lumpur dunia diombakkan waktu bergesekan batu-batu cinta purbaku membentukmu"
- Nanoq Da Kansas
"Di negeriku lelaki tak patut menitikkan air mata, aku pun pergi ke negeri puisi, di mana kegembiraan dan kesedihan keraguan dan cinta tak ditampik atau menampik "
- Toto St Radik
"Siapa tak jatuh cinta pada malam?" tanyamu;
"Aku," jawabku. Sebab aku Matahari. "
- Eka Budianta
"Kutulis surat ini, kala hujan gerimis bagai bunyi tambur yang gaib, dan angin mendesah, mengeluh dan mendesah. "
- Rendra
lumpur dunia diombakkan waktu bergesekan batu-batu cinta purbaku membentukmu"
- Nanoq Da Kansas
"Di negeriku lelaki tak patut menitikkan air mata, aku pun pergi ke negeri puisi, di mana kegembiraan dan kesedihan keraguan dan cinta tak ditampik atau menampik "
- Toto St Radik
"Siapa tak jatuh cinta pada malam?" tanyamu;
"Aku," jawabku. Sebab aku Matahari. "
- Eka Budianta
"Kutulis surat ini, kala hujan gerimis bagai bunyi tambur yang gaib, dan angin mendesah, mengeluh dan mendesah. "
- Rendra
Ajakan terbuka
Bila anda ingin berkontribusi puisi di blog berbagi puisi ini,
Silahkan kirim via email ke kika.syafii@gmail.com
Bila anda ingin ikut menulis di blog berbagi puisi ini,
Silahkan kirim email [gmail] anda ke kika.syafii@gmail.com
Terima kasih.
Kika Syafii
Silahkan kirim via email ke kika.syafii@gmail.com
Bila anda ingin ikut menulis di blog berbagi puisi ini,
Silahkan kirim email [gmail] anda ke kika.syafii@gmail.com
Terima kasih.
Kika Syafii
Wednesday, February 10, 2010
Saturday, February 6, 2010
Mimpi di siang bolong
mimpi di siang bolong
duduk di depan pintu
dimana hari akan beranjak
menyelami kekasihnya
dibalik sana..
masih juga aku menunggu
hingga sekarang hari sabtu
dan kembali melewati minggu
kamu bersembunyi
dibalik sana..
mungkin akan aku temukan
dia duduk di depan pintu hari..
Depok, 2010.
duduk di depan pintu
dimana hari akan beranjak
menyelami kekasihnya
dibalik sana..
masih juga aku menunggu
hingga sekarang hari sabtu
dan kembali melewati minggu
kamu bersembunyi
dibalik sana..
mungkin akan aku temukan
dia duduk di depan pintu hari..
Depok, 2010.
Tuesday, February 2, 2010
Lapindo
perlahan
bulir pikiran manusia akan terganti
waktu yang melibas
ringan setipis kapas terbawa angin
suaramu berubah arah
biji tuas tak juga tersentuh
namun aku takkan lupa
korbanmu belum sembuh
Depok, 2010.
Untuk Lapindo Victim
bulir pikiran manusia akan terganti
waktu yang melibas
ringan setipis kapas terbawa angin
suaramu berubah arah
biji tuas tak juga tersentuh
namun aku takkan lupa
korbanmu belum sembuh
Depok, 2010.
Untuk Lapindo Victim
Dalam :
Politik
Monday, January 25, 2010
Sahabat
Sahabat,
Langit berubah warna seketika
dan aku tak tahu
karena aku atau kamu
namun terlihat jelas tak lagi biru
entah kemana sebenarnya
tujuanmu pergi
yang pasti sesal takkan bisa
menghentikan detak waktu
banyak yang sudah terjadi
diantara aku dan kamu
seperti mata air suci
yang membasuh mukaku
semua terlihat nyata
bagiku..
dan itu selamanya
Pekalongan, 2010
Menuju Lapindo.
Langit berubah warna seketika
dan aku tak tahu
karena aku atau kamu
namun terlihat jelas tak lagi biru
entah kemana sebenarnya
tujuanmu pergi
yang pasti sesal takkan bisa
menghentikan detak waktu
banyak yang sudah terjadi
diantara aku dan kamu
seperti mata air suci
yang membasuh mukaku
semua terlihat nyata
bagiku..
dan itu selamanya
Pekalongan, 2010
Menuju Lapindo.
Dalam :
Sosial
Wednesday, January 13, 2010
30 tahun
dimana kamu saat aku dilahirkan?
aku tak tahu
30 tahun berlalu kita bertemu
dari coretan dan garis huruf
kita berkenalan tanpa malu
tentu dengan huruf
kedewasaan menuntun
dari titik satu ke titik lainnya
semakin menghubung
dan semakin terhubung
*
dimana kamu saat aku dilahirkan sepi?
tepat di depan mataku
aku tak tahu
30 tahun berlalu kita bertemu
dari coretan dan garis huruf
kita berkenalan tanpa malu
tentu dengan huruf
kedewasaan menuntun
dari titik satu ke titik lainnya
semakin menghubung
dan semakin terhubung
*
dimana kamu saat aku dilahirkan sepi?
tepat di depan mataku
Dalam :
Sajak Mencinta
Tuesday, January 12, 2010
Namamu..
Biji yang aku tanam
mulai berubah
menusuk masa lalu
membuahi masa depan
Perlahan batang meninggi
ranting berubah cabang
aku duduk di ujung tertinggi
untuk menyentuh langit
Sementara degup jantung
tiada mau berhenti bernyanyi
menyuarakan namamu
ya, nama kamu..
sinar matahari pun menemani
dengan siluetnya di ujung barat
Depok, 2010
mulai berubah
menusuk masa lalu
membuahi masa depan
Perlahan batang meninggi
ranting berubah cabang
aku duduk di ujung tertinggi
untuk menyentuh langit
Sementara degup jantung
tiada mau berhenti bernyanyi
menyuarakan namamu
ya, nama kamu..
sinar matahari pun menemani
dengan siluetnya di ujung barat
Depok, 2010
Dalam :
Puisi Cinta
Saturday, January 9, 2010
Dia
Dia
begitu cantik
mempesona
selalu ada senyum
dari setiap sapanya
seakan kurasa madu
di sela-sela bibirnya
manakala menatap
malaikat pun akan terkejut
untuk kemudian bernyanyi
mengirim gema di langit
hingga surga
Depok, 2010
Iseng saja daripada ngantuk.
begitu cantik
mempesona
selalu ada senyum
dari setiap sapanya
seakan kurasa madu
di sela-sela bibirnya
manakala menatap
malaikat pun akan terkejut
untuk kemudian bernyanyi
mengirim gema di langit
hingga surga
Depok, 2010
Iseng saja daripada ngantuk.
Dalam :
Sajak Mencinta
Thursday, January 7, 2010
Bintang
aku bisa saja hilang
dalam jangkauan mereka
namun aku masih punya bintang
bintang yang berserakan menemani
dimana akan selalu berbisik
"bersabarlah,
pasti ada yang akan mencuri kekosonganmu"
suatu hari nanti...
Depok, 2009
Untuk SLS
dalam jangkauan mereka
namun aku masih punya bintang
bintang yang berserakan menemani
dimana akan selalu berbisik
"bersabarlah,
pasti ada yang akan mencuri kekosonganmu"
suatu hari nanti...
Depok, 2009
Untuk SLS
Dalam :
Sajak Mencinta
Saturday, January 2, 2010
Semalam itu
aku tahu semalam itu kamu
bergaun merah setinggi lutut
sekian waktu tak bersua
rambutmu kembali lurus
melingkar dengan anggun
disertai tatapan
mata bening yang bulat
kamu terus menghangatkanku
dan tentu senyum itu
saat berbisik
"selamat tahun baru salju".
Depok, 2009
bergaun merah setinggi lutut
sekian waktu tak bersua
rambutmu kembali lurus
melingkar dengan anggun
disertai tatapan
mata bening yang bulat
kamu terus menghangatkanku
dan tentu senyum itu
saat berbisik
"selamat tahun baru salju".
Depok, 2009
Dalam :
Sajak Mencinta
Thursday, December 31, 2009
Lithium II
pernah ada cinta
terlempar ke dalam ruanganmu
tapi kamu tak pernah tahu
bahkan meski sekelumit hitungan hari
hanya tertulis namamu
duniamu adalah kekuranganku
bahkan saat malaikat tak lagi bernyanyi
Depok, 2009
terlempar ke dalam ruanganmu
tapi kamu tak pernah tahu
bahkan meski sekelumit hitungan hari
hanya tertulis namamu
duniamu adalah kekuranganku
bahkan saat malaikat tak lagi bernyanyi
Depok, 2009
Dalam :
Sajak Mencinta
Tuesday, December 29, 2009
Lithium
Wajah serta tubuhku
sangatlah biasa
namun
hati ini luar biasa
karena ada namamu
Depok, 2009
sangatlah biasa
namun
hati ini luar biasa
karena ada namamu
Depok, 2009
Dalam :
Sajak Mencinta
Monday, December 21, 2009
Rinai Hujan
Mungkin hujan adalah pertanda
langit tak kuasa lagi menampung
ribuan kesedihan
gelisah
gundah
resah
manusia..
dan bila Langit mampu menangis membasahi Bumi
dimana Bumi bisa melepas tangis?
Menghentikan hujan saja aku tak mampu
bagaimana aku bisa mencegah kepergianmu
Depok, 2009
Draft 17 dari Rinai Hujan.
langit tak kuasa lagi menampung
ribuan kesedihan
gelisah
gundah
resah
manusia..
dan bila Langit mampu menangis membasahi Bumi
dimana Bumi bisa melepas tangis?
Menghentikan hujan saja aku tak mampu
bagaimana aku bisa mencegah kepergianmu
Depok, 2009
Draft 17 dari Rinai Hujan.
Dalam :
Sajak Mencinta
Sunday, December 20, 2009
Sendiri
pemuda pemudi hidup sendiri
berjalan dengan pikiran sendiri
sibuk bergaya sendiri sendiri
apa yang salah pada diri sendiri
mungkin bapak bisa tahu diri
untuk menjawab semua ini
Depok, 2009
berjalan dengan pikiran sendiri
sibuk bergaya sendiri sendiri
apa yang salah pada diri sendiri
mungkin bapak bisa tahu diri
untuk menjawab semua ini
Depok, 2009
Dalam :
Sosial
Tuesday, December 15, 2009
Cahaya putih
dia pergi keluar
melewati jalur kereta Dunia dan Surga
membawa pergi semua
kecuali namaku
ada sesuatu di dunia ini
yang tak bisa berubah
sesuatu yang tak bisa terlihat
hingga semua menjadi terlambat
ada goresan
seperti yang pernah aku katakan
tapi cahaya putih itu menyentuh
tak mungkin buatmu berbalik
dan pulang ke rumah
Depok, 2009.
melewati jalur kereta Dunia dan Surga
membawa pergi semua
kecuali namaku
ada sesuatu di dunia ini
yang tak bisa berubah
sesuatu yang tak bisa terlihat
hingga semua menjadi terlambat
ada goresan
seperti yang pernah aku katakan
tapi cahaya putih itu menyentuh
tak mungkin buatmu berbalik
dan pulang ke rumah
Depok, 2009.
Dalam :
Persembahan,
Puisi
Subscribe to:
Posts (Atom)






