Ketika Dilahirkan , Bersiaplah Ditinggalkan

Ketika Dilahirkan , Bersiaplah Ditinggalkan

723
0
SHARE

pardi hanyalah seorang wiraswasta kecil namun bisa dibilang cukup sukses saat itu . semua kebutuhan keluarga bisa tercukupi , memiliki kendaraan pribadi dan punya sedikit tabungan di bank . sedangkan lisa adalah seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak ,laki-laki dan perempuan buah hati dari pernikahan dengan pardi .
inilah keluargaku , walaupun aku hanyalah anak yang terlahir dari keluarga berpenghasilan pas-pasan aku tidak pernah menyesal. ayahku adalah tipe orang tua pekerja keras , dibantu oleh ibuku mereka berdualah yang mencukupi kebutuhan hidupku. mereka tak kenal lelah demi kehidupanku dan adikku lebih baik di masa depan. adikku perempuan dan baru berumur dua tahun . aku begitu sayang sekali dengannya , pernah aku berangan-angan , “kalau kakak sudah kerja nanti , kakak akan menyekolahkanmu hingga menjadi seorang sarjana”.
dalam berteman aku tidak sulit dan tidak mudah minder dengan keadaan keluargaku yang jauh dibanding dengan keluarga teman-temanku. walaupun terkadang aku mendapat olokan dari teman-temanku , tapi aku tidak perlu merasa bersedih .karena aku punya niat kuat saat sudah bekerja nanti insya allah aku akan bisa sukses diatas pencapaian mereka . aku adalah siswa kelas 5 sekolah dasar . kebetulan dalam minggu ini aku sedang mengikuti ujian akhir smester .
“AL , kalau kamu naik kelas 6 dengan nilai tinggi ayah kasih hadiah! mau ?” ,tanya ayahku selagi bersantai di ruang tamu kontrakan kami .
“Beneran nih , Ayah? emang hadiahnya apa ?”, tanyaku kembali kepada ayah.
“Ayah mau ajak kamu liburan keluar kota sekeluarga”.
“belajar yang rajin , al !” , seru ibuku yang sedang menidurkan rany adikku di kamar.
“tentu bu , baiklah ayah aku setuju ” , jawabku sambil segera menuju ke kamar untuk mengambil buku bacaanku untuk pelajaran esok hari.
Aku tidak susah untuk belajar , karena aku adalah anak yang suka membaca . bahkan teman-temanku sering menjulukiku “KINGLIB” diambil dari kata KING dan LIBRARY yang berarti Raja Perpustakaan . hampir setiap jam istirahat tiba tak lupa aku menyempatkan diri untuk membaca atau hanya melihat-lihat buku yang ada di perpustakaan sekolah. maka dari membaca itulah pengetahuanku menjadi lebih luas.
hari ini adalah hari yang aku tunggu-tunggu , yaitu pembagian rapor kenaikan kelas. setelah seminggu kemarin berjuang kini saatnya tiba melihat hasil belajarku . wali murid yang mendampingiku adalah ibuku . dan saat-saat mendebarkan pun datang ibu  wali kelas memanggilku untuk maju kedepan mengambil rapor . ibu guru juga menyarankan agar ibuku yang membukanya . saat aku kembali berjalqn menuju ke tempat dudukku dengan ibu, fikiranku menjadi sangat kacau .
“Apa aku harus tinggal kelas karena nilaiku buruk? ohh tidak
…….. aku harus yakin nilaiku bagus “.
setelah sampai di tempat dudukku bersama ibu , aku langsung memberikan raporku pada ibu dan berkata “kata ibu guru ,biar ibu saja yang membukanya”.
“Selamat ya anakku , kamu telah belajar dengan baik .jangan puas hanya dengan ini , kamu juara kelas dan berhak naik ke kelas 6”, nasihat ibuku.
“alhamdulillah …. akhirnya aku mendapat pencapaian yang luar biasa , semoga ini dapat memotivasiku untuk terus belajar dengan rajin dan tekun “.
selanjutnya kami pun diperbolehkan pulang setelah menyelesaikan acara pembagian rapor tersebut . saat menuju kerumah aku senang sekali , “pasti ayah seneng ya bu aku bisa juara kelas? ” , tentu saja jawab ibu singkat sambil melempar senyum kepadaku . sesampainya kami di rumah ibu langsung memberikan raporku pada ayah.
“sepertinya kita harus segera berkemas untuk perjalanan besok pagi ! selamat ya ,alfian supardi . kamu memang anak ayah yang hebat “, puji ayahku atas pencapaianku.
“loh … yah , masa kita perginya besok sih? apa gak terlalu cepat? jangan besok dong yah ? aku belum siap ayah “. rengekku meminta ayah memundurkan waktu liburan .
“sudahlah al , lebih cepat kan lebih baik . kan kamu liburnya dua minggu jadi seminggu kita liburan trus yang seminggunya lagi kamu bisa santai dirumah sambil mempersiapkan masuk sekolah di kelas barumu”.
“baiklah kalau begitu! ” jawabku lemas dan sedikit ragu untuk pergi atau tidak.
semalaman aku masih merasa ragu dengan oerjalanan esok hari ,entah karena apa aku belum mengetahuinya . pagi pun tiba dan kami sekeluarga pun segera pergi ke jasa travel di dekat kontrakan untuk membeli tiket oerjalanan ke luar kota .perjalanan kami akan memakan waktu 6 jan dan itu akan memakan tenaga . segera aku ,ayah ,ibu serta adikku pun masuk ke dalam mobil yang didalamnya juga sudah ada penumpang yang lain.
kami menggunakan jasa travel adalah demi menjaga keamanan perjalanan soalnya tidak mungkin kami bertiga menggunakan sepeda motor itu akan lebih berbahaya , begitulah oenjelasan dari ayah. tak lupa aku berdoa agar perjalanan kami lancar dan selamat sampai tujuan . sekitar 1 jam kemudian suasana oerjalanan menjadi hening jarena seluruh penumpang terlelap termasuk ayah ,ibu ,adikku. tinggal aku dan pak sopir yang tetap melek . namun beberaoa saat kemudian aku pun terlelap ,karena aku rasa perjalanan ini masih cukup lama jadi aku putuskan istirahat saja.
entah berapa lama sudah aku terjaga tiba-tiba terdengar suara benturan sangat keras sekali . “BRRRUAAAKKKK SSSSSRRRRRRRRRRT BRRRUKKKKKK “. aku merasa ada orang yang melemparkanku ke luar jendela , beliau memakai baju serba putih entah siapa itu . setelah itu akupun tak sadarkan diri . setelah siuman yang aku tau dari warga yang menolongku mengatakan bahwa mobil kami mengalami kecelakaan dan masuk ke dalam jurang berkedalaman sekitar 5-6 meter . aku hanya mendapat luka gores sedikit di bagian pelipis kiriku , mungkin saat aku terlempar keluar jendela tadi aku terbentur sesuatu . entah siapa yang menghubungi sanak saudaraku mungkin pihak kepolisian , tiba-tiba datanglah pakdeku (begitulah aku memanggilnya) . beliau adalah kakak dari ayahku.
“Al , ayo ke rumah sakit sama pakde ?”, ajak beliau kepadaku.
“Iya Pakde”, jawabku lirih .
“Ayah ,ibu sama adik dimana pakde ?” tanyaku kembali.
namun pakde hanya diam tidak bicara apapun dalam perjalanan kami menuju rumah sakit . sesampainya di rumah sakit , pakde lalu membawaku menuju ruang perawatan untuk segera membersihkan luka di pelipisku yang mengeluarkan darah . kemudian pakde bercerita kepadaku tentang keadaan ayah , ibu dan adikku .
aku menangis dan sedih sekali saat mendengar keterangan pakdeku . aku kehilangan ibuku , beliau meninggal di tempat kecelakaan . aku begitu sangat terpukul tentang kejadian ini . sedangkan ayah dan adikku mengalami kritis dan sedang menjalani penanganan intensive , namun nyawa ayahku tidak dapat tertolong . ini menjadi cobaan yang sangat berat bagiku karena dengan waktu yang hampir bersamaan aku kehilangan kedua orang tuaku.
pakde terus berusaha menyuruhku menjadi anak yang tabah dan tidak lemah . aku masih punya satu harapan lagi , dia adalah adik tersayangku yang saat ini dirawat di ruang UGD . namun takdir berkata lain , adikku meninggal beberapa hari kemudian akibat lukanya yang cukup parah . sungguh-sungguh cobaan yang sangat berat bagiku kini aku tak punya orang tua lagi , aku juga kehilangan adikku . kini aku yatim piatu 🙁 . semoga aku bisa menjalani hidup ini dengan baik walaupun harus kujalani seorang diri . ya allah hamba mohon petunjuk dan lindungan -MU .
 Cerpen+Bersiaplah+Ditinggalkan[1]
Ditulis pada 16 Juli 2013 oleh Aditya Pratama . pernah diterbitkan di www.mblobanget.com

 

SHARE
Previous articleANAK SINGA
Next articleCATATAN KAKI
saya hanyalah seorang penulis amatiran yang kadang menulis , kadang tidak . karena bagi saya menulis itu membutuhkan konsentrasi dan fikiran jernih agar makna dari sebuah tulisan tersebut bisa berkembang sesuai alur.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY