CERITA SENJA

CERITA SENJA

542
0
SHARE

JAMAN MILENIUM

Aku masuk sekolah SMA tepat di tahun 2000, tahun itu disebut sebagai tahun milenium. Tapi, tahun itu bukanlah tahun kebahagiaan bagiku. Karena, Aku mulai mengalami kekacauan dimasa itu, Aku terjatuh kedalam jurang, Aku salah jalan, dan Aku tersesat. Tak seorang pun yang menyadari bahwa Aku yang kecilnya sangat rajin shalat, sering ke masjid, dan mengaji dirumah. Namun semua berubah setelah Aku di usia remaja. Aku mulai melawan, membantah setiap perkataan yang ditujukan kepada ku, dan lebih parahnya, Aku sudah tidak pernah melakukan shalat wajib lagi yang hanya 5 waktu dalam sehari.

Pada jaman SMA, Aku sering berpindah-pindah sekolah karena kelakuan ku yang buruk. Aku memiliki banyak teman, dan Aku sering dihargai. Aku merasakan kebebasan, tak ada lagi yang namanya kesedihan, yang ada hanyalah uang. Yaa uang, bagaimana caranya Aku harus mendapatkan uang untuk memanjakan diriku dengan membeli alkohol dan beberapa paket barang haram. Setiap hari Aku memaksa memintak kepada kakak sepupu ku, bahkan Aku berbohong sama bibi dan orang tua ku. dengan alasan untuk membeli buku, membayar segala macam iuran yang ga masuk di akal. Hingga akhirnya semua kebongkar. Aku ketahuan menggunakan barang haram dan meminum minuman alkohol. Semua tercengang seakan tidak percaya, kecewa, dan sedih dengan sikapku yang memprihatinkan. Aku dimarahi setiap hari, tetapi Aku tidak sedih malah yang ada adalah kebencian, kenapa Aku dimarahi!. Bahkan dengan rasa penuh emosi aku berkata “tak seorang pun yang menyayangiku, untuk apa aku hidup di dunia ini, toh jikapun Aku sudah tidak ada munkin tak seorang pun yang akan bersedih, tak seorang pun yang akan menangis, juga tak ada seorang pun yang merindukan Aku”.

Aku dibawa pindah oleh kakak ku ke Jakarta dan sekolah disana. Kakak ku berjanji kepada orang tua ku dan juga bibi ku bahwa dia akan menjaga dan merawat ku. Aku pun ikut dan mematuhi nya.

Setiba di Jakarta, Aku bertemu dengan sepupu ku juga, namanya Nanda. Dia gadis kecil yang smart. Nanda sering mengajak ku jalan-jalan ke mall, dan juga memperkenalkan Aku dengan teman-temannya. Tapa disadari, salah satu teman sodaraku itu jatuh hati ketika melihatku pertama kali, hehehe. Namanya Putri.

Putri sering mengajakku ketemuan, makan malam bareng, minum ice cream, nonkrong bedua di taman 😀 :D. Dia seorang gadis yang periang dan manja, aku suka jika harus berdekatan dengan dirinya, berbicara apa adanya.

Saat malam minggu setelah keluar bareng ama dia, kita pun pulang, Aku mengantarkan Putri hingga depan rumahnya. Aku ga berlama-lama dan berpamitan, seiring dia memberiku sepucuk surat dan berkata “Din tunggu dulu, aku mau ngasih kamu sesuatu” aku pun kaget dan bertanya “apaan Put?”, lalu dia mengeluarkan sesuatu dari tas kecilnya dan menyelipkan langsung ke tanganku, sontak saat itu langsung Putri berlari kerumahnya. Aku melihat tanganku yang ternyata sebuah amplop, namun aku tidak membuka amplop tersebut.

Sambil berjalan ke rumah, aku masih bertanya-tanya “Putri ngasih apa ya?” aku penasaran. Sesampai dirumah aku mengetuk pintu rumah, tiba-tiba kakak ku membukakan pintu dan bertanya “jalan kemana aja jam segini baru pulang?”, “ke taman doang” jawabku sambil melangkah ke kamar. Dikamar, aku duduk diatas kasur tempat tidurku penasaran dan membuka amplop yang diberikan oleh Putri gadis yang selalu membuatku tersenyum, ternyata amplop tersebut berisi sepucuk surat yang ditulis dikertas putih, Aku membaca surat tersebut. Ternyata, dia menyatakan cintanya kepada ku. Aku tersenyum lalu berucap “kamu manis Put, dan kamu juga berani”.

Aku merebahkan badanku diatas kasur sambil meletakkan surat tadi di dada ku, Aku berhayal membayangkan wajahnya. Aku sangat terkesima karena kasmaran.

Ke esokan harinya, Putri mengunjungiku kerumah menanyakan keberadaanku sama kakak ku “Assalamualeykum, kakak. Dino nya ada?” tanya Putri ke kakak ku. “Dino ada di kamar, masuk aja Putri” kakak ku menyebutkan dan mengajak putri untuk masuk kerumah. Lalu kakak memanggilku ke kamar dan bilang “Dino, ada Putri tuh di luar”, “Iya sebentar” sahut ku. Aku keluar menemui Putri dan berkata “Hai Put, ada apa?” tanya ku pada Putri yang lagi duduk dikursi dan senyum-senyum melihat ku. “Ga ada apa-apa, aku Cuma mampir aja”, jawab Putri, “Kamu lagi ngapain, Dino?” tanya putri kepada ku, “Ga ngapa-ngapain sih, dikamar aja baca buku” jawab ku sambil membalas senyuman Putri. “Owh, kalo gitu, jalan-jalan yuk sama Aku?” ajakan Putri. Aku merasa malu dan garuk-garuk kepala bagian belakang sambil cengengesan “Kita jalan-jalan kemana Put?” tanyaku sambil penasaran, “Jalan-jalan aja, yaa ke taman kek maen, emang kamu ga bosan dirumah terus?” Putri membujukku agar Aku bisa ikut dengannya, “Ok deh, aku cuci muka dulu ya!” jawab ku setuju, lalu kami berpamitan ke kakak ku untuk jalan-jalan ke taman.

Diperjalanan, Aku menyampaikan balasan surat yang dia berikan kepadaku dimalam itu. “Put, mengenai surat yang kamu kasih ke Aku malam itu,..” ucap ku gugup, selayang Aku melihat wajah Putri yang merunduk menahan malu juga, “hhhmmh” suara Putri saat itu, “iya, Aku suka dengan surat itu” ungakap ku yang masih malu-malu, “Aku juga suka, sayaaannngg sama kamu” kata ku sambil merundukkan kepala juga dan menutup muka dengan tanganku. “hahahahaha Dinooo,,” Putri girang dengan jawabanku sambil mencubit dan menarik-narik bajuku, lalu aku langsung memeluk Putri “Aku sayang kamu Put, terimakasih sudah mau mencintaiku” ucap ku.

Kami merasakan kebahagiaan saat itu dengan angin sepoy-sepoy di taman.

Pandangan batinnya telanjang sebagaimana adanya,
Liriknya disertai tanpa emosi,
Jiwanya tidak tergoncangkan dengan adanya stimulant yang berasal dari dalam dirinya, maupun berasal dari lingkungannya,
Hidupnya dalam nuansa kaya tanpa harta, sakti tanpa ilmu.

Putri adalah seorang gadis hitam manis berambut keriting panjang dan lebat, dia anak orang kaya tetapi tidak kelihatan kaya, dia berpenampilan sederhana dan tidak sombong. Gak heran jika semua orang yang berada dilingkungan ku itu iri ketika Putri mendekati ku. Tapi ada juga yang merasa salut sama Aku karna mampu membuat Putri jatuh cinta kepada ku, karena Putri adalah seorang wanita idola para lelaki yang ada di lingkungan ku tersebut.

Putri orang yang selalu mengisi hari-hari ku yang kosong, dia bisa membuat Aku melupakan kehidupan ku yang kelam, dia selalu setia mendengarkan ocehan ku walaupun berjam-jam lamanya, dia selalu tau dengan cuaca hati ku, dan dia bisa membuat Aku tersenyum. Ketika Aku lagi bahagia, aku tahu kepada siapa kebahagiaan itu akan Aku bagi.

Namun kebersamaan itu hanya bersifat sementara. Aku menikmati indahnya hidup ini bersama Putri hanya 3 bulan. Hubungan kami putus ketika kakak Putri melarang nya untuk berpacaran dengan ku, kakak nya tidak menyukaiku. Karna Aku hanyalah orang biasa yang berpenampilan slengean. Putri tidak berani melawan perkataan kakak nya karna yang merawat Putri selama ini adalah kakak nya. Aku pun memberanikan diri untuk menjemput Putri kerumahnya, namun aku dihadang oleh kakak Putri, Aku diusir, Aku dimaki. Aku sudah tak bisa berkata apa-apa lagi sewaktu kakak nya Putri memuntahkan beberapa syair kuno kemuka ku. Aku lemah, dan membalikan badan ku melangkah pulang.

Aku merasakan kesepian ,kesedihan, dan kekesalan. Setiap hari, setiap malam Aku selalu memikirkan Putri apakah dia juga memikirkan Aku?. Diriku yang tadinya memiliki kehidupan tapi hilang lagi bagaikan asap yang dibawa angin. Ingin sekali ku berlari kesana tak peduli berapapun sakitnya, memeluknya dan menangis dipangkuannya. Tapi Aku tidak sanggup karna Aku hanyalah lelaki pengecut yang hanya bisa bersandar di tempat orang yang memberikan Aku energi.

Aku tak sanggup tinggal di Jakarta lagi jika harus setiap hari melihat rumahnya. Aku memutuskan untuk pulang kampung dan sekolah dikampung, Aku berjanji tidak akan mengulang masa lalu ku yang kelam. Aku menitipkan sepucuk surat ke sepupu ku Nanda untuk diberikan ke Putri. Sebuah surat yang berisikan terimakasih atas kebersamaan dan kepeduliannya kepada ku selama ini, dan beberapa kalimat permohonan maaf karena Aku bukanlah lelaki yang hebat, yang sanggup mempertahankan hubungan kita.

Beginilah planet kehidupan
Dunia penuh warna
Perputaran bumi entah kapan berhenti
Disaat saudara kita merasa tersepelekan, merasa tak diacuhkan
Disitulah dia memuntahkannya dalam sebuah nyanyian jiwa
Teriakan yang memekikkan hati
Cerita kuno yang seharusnya hanyut terbuang di samudera seakan kembali di hamparan pantai
Kehidupan ini tak seindah bunga mawar, wangi dan menyembuhkan
Realitanya tak seindah pilihan menentukan jalan
Menentukan tanpa pertimbangan yang logis
Hanya mampu menjadikannya sebuah penyesalan
Munkin aku bukan orang yang tegar
Mampu mematahkan ranting yang menusuk kaki ku
Berjuta bintang di galaxy hening diselimuti awan hitam
Tak ada cahaya penyejuk hati
Wahai rembulan yang disana, tolong dengarkanlah
Hanya engkau lah pemilik caya malam ini
Biarkanlah malam ini berlalu tanpa perbuatan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY