CERITA SENJA

CERITA SENJA

579
0
SHARE

TERSENYUMLAH

Aku tau bahwa kehidupan ku tidak lah lebih baik dari mereka, bahkan kemampuan ku tidak lah lebih hebat di banding mereka semua. Namun, aku selalu bisa mencari kebahagiaan ku dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh mereka, dan tau bagaimana cara memanjakan hati ku, dan mereda emosi ku. Kebahagiaan ku jauh lebih berharga dari segala yang mereka punya, tak dapat dinilai.

Aku mengenal kebahagiaan ini semenjak aku tau apa itu kebencian dan kesombongan. Mereka yang membenci aku adalah mereka yang tidak pernah bisa merasakan betapa indahnya dunia ini. Mereka yang menyombongakan diri nya kepada ku adalah mereka yang tidak menyadari betapa luasnya bumi ini. Munkin mereka tidak sadar bahwa manusia itu adalah makhluk yang memberi nilai dan mampu memberikan tangan ketika mereka terjatuh dari tangga, dan mampu memberikan boncengan untuk berlari ketika mereka letih berlarian dikejar anjing, bahkan lebih hebatnya lagi manusia juga mampu memberikan tempat berteduh gratis ketika mereka basah karena kehujanan.

Aku tidak selamanya hidup dalam kesusahan, karena aku bukanlah manusia susah. Dalam setiap langkahku berjejak sebuah niat yang penuh dengan kebaikan, tanganku selalu mampu untuk berbagi walaupun secuil, suaraku yang pelan mampu mendendangkan syair-syair untuk menenangkan hati mereka yang galau, bibirku yang sedikit berwarna pink mampu memberikan senyuman kepada mereka yang lagi dilanda kesedihan. Aku berkata seperti ini karena aku tau siapa diriku, aku tau bagaimana cara membahagiakan diriku walaupun dalam setiap lamunan dan kesendirian. Aku menepi bukan berarti aku menjauh ataupun dijauhi, karena aku tidak ingin menjadi pengganggu di tengah canda gurau mereka yang begitu asik dengan gelak tawa yang lepas tanpa sadar kalau hari sudah semakin senja. Tetapi aku pun juga ikut bahagia ketika melihat mereka senang dan dijauhi dengan rasa keluhan.

Hebatnya, aku selalu menerima kedatangan mereka ketika mereka membutuhkan bantuan ku untuk meringankan beban yang ada di pikiran bahkan memuntahkan segala rasa yang menyumbat di hati mereka, semua cerita lebay itu tetap ku simak dengan keseriusan. Tak segan-segan aku pun memberikan saran-saran berdasarkan pengalaman ku sendiri, dan memberikan motivasi agar mereka tetap teguh seperti bapak Mario.

Memberikan motivasi dan energi positif kepada mereka adalah salah satu kebahagiaan bagi diri ku. Aku tidak pernah marah ketika ada orang lain membenci ku karna alasan maupun tanpa alasan, bagi ku itu masalah dia. Aku tidak pernah risih ketika orang lain menyombongkan diri nya dihadapan ku, karna bagi ku itu urusan dia. Namun, aku tetap tersenyum ketika mereka bertamu ke singasana ku untuk berbagi, maupun memberikan saran, tapi yang lebih sering mereka datang kepada ku untuk sekadar curhat.

Hidup, aku selalu menikmati kehidupan ini, apapun bentuk ku, apapun status ku. Tapi biarpun begitu, aku pun pernah juga mengalami rasa “ngeluh” bahkan juga membutuhkan seorang pendengar yang mau mendengarkan, karna aku bukanlah manusia hebat seperti khotbah nya orang-orang, aku hanya manusia biasa yang memiliki rasa sedih, kesal, nafsu, dan juga rasa kasih. Namun tentunya hal ini tidak lah keseringan maupun ke setiap orang. Karna bagiku, tak semudah itu untuk meluapkan rasa hati, tak segampang itu aku menceritakan kesah ku kepada semua orang. Dalam arti, ada orang pilihan yang selalu tau cuaca hatiku.

Itulah lingkaran hidup. Ibuku pernah menyebutkan sebuah pepatah kuno “sebanyak orang yang membenci kita, sebanyak itu pula orang yang menyayangi kita”. Aku selalu mengingat kalimat tersebut, karna dengan begitu aku merasa tidak perlu kuatir. Manusia adalah makhluk sosial, tak ada manusia yang hidup dalam kesendirian, walaupun ada mungkin hidupnya benar-benar malang, dan tidak berwarna.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY