Flash Fiction: Sejatinya, Ia Harus Pergi

Flash Fiction: Sejatinya, Ia Harus Pergi

372
0
SHARE

Tak pernah sekalipun ia akan melupakannya.

Lelaki berwajah teduh dengan senyum menawan yang mampu memporak-porandakan hatinya hanya dalam hitungan detik sesaat ketika tatapan mata beradu. Kesan sekilas namun sangat membekas. Membuatnya luluh tak berdaya.

“Kita terlalu lama merangkai mimpi yang musykil. Merasakan kita ikut berpadu dalam pusarannya dan karam bersama segala harapan yang kita genggam erat-erat, lalu menikmatinya dan menganggapnya sebagai sesuatu yang nyata adanya. Padahal hampa. Tak ada apa-apa,”kata lelaki itu dengan nada pelan.

“Kamu masih menganggapnya itu bukanlah realita?,” tukas perempuan itu sengit. Wajahnya terlihat memerah menahan amarah.

“Bukan..kita hanya menuai mimpi-mimpi yang sesungguhnya tak pasti dan memaknainya secara sepihak tanpa pernah peduli apakah itu benar atau tidak,”sahutnya datar. Lelaki itu kemudian menghela nafas panjang.

“Kamu egois!. Kamu tak bisa membaca samar isyarat yang aku sampaikan lewat desau angin, bayang-bayang, rintik hujan, embun pagi yang menetes didedaunan bahkan senyum yang kupersembahkan untukmu setiap pagi. Tanpa berhenti !,” cetus perempuan itu dengan nada tinggi.

Lelaki itu angkat bahu. Tidak peduli.

“Sesungguhnya, kita terlalu menganggap semuanya tepat berada di tempat yang seharusnya. Padahal sebenarnya tidak. Kita terlalu lama berpura-pura untuk hal-hal yang semu dan membangun asumsi bahwa segalanya berjalan sebagaimana mestinya. Sudahlah aku harus pergi. Dan memang seharusnya begitu,” kata lelaki itu dengan nada getir lalu mematikan handphonenya. Ia kemudian beranjak dari kursi.

Sementara itu, tepat dibelakang punggung sang lelaki, pada kursi yang lain namun dengan sisi yang berlawanan, perempuan itu terdiam dengan handphone yang masih melekat ditelinga. Airmata menetes di tebing pipinya.

Digenggamnya erat handphone tersebut dan bibirnya berbisik lirih, “Aku tetap mencintaimu..sampai kapanpun..”

Cikarang, 28 Mei 2013 

Sumber foto

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY