Sajak untuk Perempuan di Ujung Senja

Sajak untuk Perempuan di Ujung Senja

2097
2
SHARE

Senja perempuan

Kita pernah memaknai arti kebahagiaan,

juga kehilangan itu, disini, di ujung senja

Saat mentari rebah perlahan di batas cakrawala

menampilkan monolog tentang kesunyian

dan separuh hati yang tertinggal entah dimana

pada cemerlang cahaya petang kemerahan,

kau lantas berdiri tegak dan kepala tengadah

sembari membiarkan helai rambutmu dibelai angin petang dengan lembut

“Kita mesti segera membetulkan letak harapan, pada tempat yang seharusnya” katamu gusar

Waktu mungkin kerapkali mampu memudarkan luka

dan musim demi musim yang berlalu tak jua membuat kita lelah untuk mengakui

bahwa cinta dalam genggaman hanyalah semu adanya,

tak berarti apa-apa tak bernilai apa-apa..

Duhai Perempuan di ujung senja,

Narasi kegundahan yang kau ucapkan

menguap begitu saja bersama kelam langit

Kita telah bercakap dalam aksara yang sama

namun dalam makna berbeda

Sesungguhnya, masa lalu yang kita sesali itu hadir

Adalah bagian dari rencana masa depan

yang tak pernah bisa terjadi dan tak akan pernah terlupa,

sampai kapanpun

Kenangan itu kita bangun bersama perih yang kita sematkan diam-diam

pada kilau mentari petang hari dengan cahayanya yang perlahan meredup lantas meringkuk pilu di bawah rimbun pohon trembesi

membingkai segalanya dengan pigura berwarna suram

sementara, ketika malam kian erat memeluk sang senja

kita berdua berusaha meraih tepiannya dengan mata basah dan harapan

yang akan kita letakkan di tempat yang seharusnya tercecer satu-satu

menjadi serpihan-serpihan kecil di sepanjang perjalanan,

tak tergapai,

tak tercapai

 

Cikarang, 22112013

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY