AURA NEGATIF

AURA NEGATIF

91
0
SHARE

Suasana waktu itu betul-betul membuat diri memiliki sedikit rasa takut saat mengingatnya sampai-sampai semua pakaian yg bertuliskan “DAGO”
dibagi keteman-teman saat sampai di tempat asal…

Kesurupan massal merupakan salah satu fenomena yang sering terjadi di Indonesia. Belum ada penjelasan bagaimana peristiwa kesurupan itu bisa terjadi. Peristiwa kesurupan massal biasanya menimbulkan trauma tersendiri dibenak seseorang yg pernah mengalaminya. Begitupun dengan org yg menyaksikannya.
Kejadian berlangsung 4 tahun silam saat mengunjungi Pulau Jawa dgn niat mengikuti KONGRES BAHASA INDONESIA X di Jakarta pd tgl 28-31 Oktober 2013. Wkt itu nama ada dlm barisan yg bisa mengikuti kongres setelah mengikuti beberapa pase sbgai persyaratannya tetapi beberapa tmn yg lain bkn dlm barisan bisa mengikuti kongres krn tdk memiliki edikar mereka punya rute yg berbeda, mereka akan toor ke UNJ, UI dan Unev. Yg ada di Bandung. Dengan bujuk rayu sahabat wkt itu agar ikut dengannya ke Bandung. akhirnya minta isin ke dosen dan diisinkan. mengikuti Kongres hanya selama 2 hari selebihnya cuuuppp cappcussss ikut ke rombongan yg lain dgn rute yg sdh ditentukan dan saat itu ada 4 Bis Pariwisata yg akan berangkat sy pun ikut di Bis Pariwisata 3 krn semua tmn2 kelas ada di sana.
Bahda Magrib sampai di kota dengan julukan Kota Kembang dan juga terkenal dengan sebutan Paris Van Java, rasa syukur pun dipanjatkan akhirnya kaki bisa menapak di kota tersebut.

Rasa penasaran pun semakin mencuat saat guide mengatakan
“kita akan menuju daerah Dago Atas dgn pemandangan yg indah karena kita nantinya menginap di sana tepat berada di atas puncak, model kotanya berbentuk mangkok, sampai di sana kita akan disuguhi pemandangan yg spekta dan membuat penyaksinya geleng-geleng kepala”
Hasil kesepakatan lanjut saja ke Penginapan ke arah Dago Atas melewati Terminal Umum Dago, belok kanan, jalanan sedikit menanjak dan ada petunjuk arah menuju Penginapan.

Saat memasuki kawasan, udara semakin dingin sampai di sana hati berucap “woww sunggu luar biasa kota ini… ”
Pas lirik sahabat di samping ternyata sedang asyik main HP, melihat Bunda-bundaku yg lain pun semua tampak lelah diwajah mereka, rasanya ingin memejamkan mata tetapi rasa penasaran ingin selalu menyaksikan keindahan kota Bandung.

Menjelang beberapa saat, hati langsung dak.. dak.. dik… duk… dibuatnya melirik ke arah kanan ternyata dasar jurang terlihat jelas ke bawah. Alih-alih ambil jurus sok dew menengur org yang lebih tua agar tenang tidak membuat lelucon-lelucon yang membuat hati terasa tergelitik untuk ketawa sperti selama dalam perjalanan dr kota Jakarta sampai di kota Bandung.
Teguranku pun diabaikan bahkan dia semakin membuat cerita lucu dan kocak-kocak. (Yg Merasa Saja)
Dia berhenti membuat kita ketawa ketika Bis yang ditumpangi tiba-tiba berhenti pas penurunan dan menyenggol pembatas jalan, semua panik “Ada apa, kenapa bis berhenti?”
Gaide pun turung membantu memandu sopir dari arah depan agar mobil tidak terperosot ke dalam jurang. Alhasil membuat panik lagi, dikiranya pak sopir yang lari… (Hahahaha) pada akhirnya semua terlewati dengan aman

Mejelang beberapa wkt, kami dr rombongan bis 3 tiba pd sebuah Resto dengan bangunan yg menurutku sangat unik. Resto tersebut pun terlihat sangat asri karena banyak tanaman hijau disekitarnya dan berada paling atas. dari seluruh fasilitas kita bisa melihat pemandangan Kota Bandung dari sini. Sangat Indah apalagi bila kita Dinner di sini. Mungkin Resto ini lebih cocok buat Dinner dibandingkan Lunch yang panas.
Missing time nich hehe…
Waktu beranjak malam, waktu itu jam menunjukkan kurang lebih sekitar Pkl.21.00 kita lansung Check in… sambil menunggu rombongan yg belum datang yaitu Bis 1,2 dan 4. karena capek di perjalanan yang memakan waktu seharian kami pun memutuskan beristirahat setelah mendapatkan kunci kamar dan semua rombongan bis 3 siap-siap ke kamar masing-masing.
Menyusuri area Villa/Penginapan yang berkontur perbukitan membuat kita harus naik turun tangga yang sangat banyak. Jadi perlu pertimbangan bila membawa Orang tua yang sepuh ke sini. Resort ini sangat cocok buat Keluarga dengan anak2 yg sudah remaja maupun keluarga muda tetapi untuk aku sih itu yg terakhir mengunjungi tempat tersebut.
Setelah barang disimpan sy dan tmn kembali ke teras menikmati pemandangan ambil potret sebagai kenang-kenangan bahwa sahnya kita pernah ketempat tersebut sambil menunggu Rombongan lain yg blm datang.
Beberapa menit setelah di Teras. tiba-tiba ada tmn dr arah lobi memberi kabar bahwa bis satu kecelakaan di jalur pendakian…
Rasa langsung dowwwn ingin kesana membantu tmn yg tertimpa musibah
Mengajak sahabat wkt itu utk ke sana tapi ditahan olehnya ” Jangan ke sana, itu jauh dr sini berisiko jg biarkan tmn yg laki2 yg ke sana”
Berdoa semoga semuanya baik2 saja tdk ada korban jiwa, Hp bergetar ternyata ada tmn yg menelpon dr Makassar. Bertanya nginap dimana di Bandung sy pun menyebut penginapan yg ditempati, dia pun berteriak, dan protes krn katanya tempat tersebut angker krn dulu katanya ada tmn kakaknya yg kesurupan sampai meninggal tp sy abaikan dan berkata nama tempatnya sj mungkin yg sm tp lokasinya berbeda.

Rombongan Bis 2 dan 4 pun jg tiba tp diangkut oleh mobil dari penginapan krn bis yg mereka tumpangi tdk bisa lewat krn terhalang oleh bis 1.
Mereka memasuki lobi dan istirahat di sana tiba-tiba ada diantara mereka berteriak, kejang-kejang, dan akhirnya kesurupan mungkin krn menyaksikan bis yg ada di dpnnya melaju ke pendakian yg terjal tiba-tiba mundur dan terbalik… berada di posisi mereka menyaksikan apa yg terjadi pastinya membuat Rohani tertekan, 😢…
Tidak lama berselang beberapa menit yg lainnya merasakan hal yang sama dan ikut kesurupan. Bahkan hampir seluruh rombongan bis 2 dan 4 yang ada di lokasi tersebut mengalami kesurupan di waktu yang sama.
Rombongan Bis 3 hanya bisa beristigfar sambil membantu tmn yg kesurupan. Korban yg ada di rombongan Bis 1 dilarikan ke RS terdekat yg ada di Bandung.
Suasana mlm semakin mencekam…
Teman-teman yg merasa takut akhirnya berkumpul dlm 1 kamar dgn beberapa org di dlm termasuk kelompokku sii dgn hunian 11 org. 😀😁

Malam itu, memang sulit sekali untuk tidur, apalagi di tempat yang baru. Lebih-lebih dapat merasakan kejanggalan-kejanggalan di rumah tersebut. Meski sudah lama merebahkan tubuh di atas lantai dan berselimut seadanya maklum waktu itu kita tidur berjamaah dlm satu kamar, karena cuaca sangat dingin, namun mata tak kunjung terpejam hanya membolak-balikkan badan. disisi lain msh saja mendengar teriakan-teriakan teman dr luar, akhirnya memutuskan utk keluar melihat yg kserurupan. Kesurupannya pun serba serbiiii
Ada yg kserupan minta miee Rebus (ini setannya lapar atau bagaimana sii muncul pikiran “mungkin setan anak kost kali yaa dr makssar ikut ke sini dgn perjalanan jauh akhirnya dia lapar)
Ada jg kesurupan pakai bahasa Sunda minta yg aneh2 (Bulu kuduk merinding dibuatnya) lanjut ngecek ke kamar sebelah langsung terkejut ternyata msh ada tmn jg kesurupan raut mukanya hitam bagai arang, di sampingnya duduk seorang Mba memakai pakaian hitam entah siapa yang memanggilnya membakar dupa(Kemenyang) sambil komat kamit baca mantra diiringi oleh suara burung Gagak diatas pohon di depan Resto membuat suasana semakin gaduh.

Yang lebih aneh lagi, tidak jauh dari kamar yg di tempati ada udara terasa berdampingan ada udaranya panas dan ada udaranya dingin bagaikan ada garis pembatas. Merasa ada yg janggal memperhatikan tempat sekitar apa ada AC atau tidak dan ternyata tidak ada. yang merasakan gejanggalan itu bkn Cuma sy tetapi kedua tmn sy pun jg merasakannya. Andai suhu udara panas, ini tidak mungkin. Daerah tersebut terletak di pegunungan yang udaranya selalu dingin apalagi kalau turun hujan. Saat itu udara sangat dingin.diperhatikan dr teksturnya pun seperti bangunan tua yg biasa muncul di film horor.😈 Hiiiii Sebisa mungkin saya kuasai perasaan takut tersebut dengan melafalkan doa-doa yg saya tahu, berjuang untuk terus berada di alam sadar agar tidak terjebak di ilusi yang menyeruak dari bawah sadar karena hal yang berbahaya bagi diri bukan hanya teror dari para hantu ataupun pelaku kriminal, melainkan juga halusinasi. Sambil mengajak kedua teman ke Lobi utk duduk di sana dr pd di kamar tdk bisa tidur mending duduk di luar.
Duduk bertiga bersama tmn bercerita selama dalam perjalanan, bercerita tentang doa-doa yang diucapkan oleh para pengemis, pengamen ataupun peminta sumbangan yg diberi uang saat naik ke atas bis wkt itu “Sy doakan semoga kalian sampai ditujuan dengan selamat” serentak kita menjawab “amin”
Teman pun berkata “andai dirimu jadi di Bis 1 Allah Maha tahu apa yg terjadi denganmu?”
“Tuhan masih sayang kepadaku, Dialah yg membolak balikkan hati manusia sehingga tdk jadi naik ke Bis 1”

Kata teman mungkin saja doa diantara Pengamen, pengemis & peminta Sumbangan utk anak yatim tersebut dijabah oleh Allah Swt krn Bis yg kita tumpangi Bis yg paling besar dibanding Bis yg lain. Keenakan bercengkrama datanglah pegawai Resto tersebut menawarkan ke kami sebuah teh hangat dan sebuah pisang goreng kita pun menerima mumpun juga suasana wkt itu mendukung siii.
Ada sedikit penasaran akhirnya bertanya ke pegawai yg tugas mlm itu mengenai dengan Resto tersebut. Alangkah terkejutnya ternyata pegawai tersebut juga takut saat suasana sepi dan tidak ada yg berani bermalam klu hanya 2, 3 org sj yg menginap.

Setelah suasana hati terasa tenang kami kembali ke kamar masing-masing untuk tidur.

Besoknya, kita semua terbangun dengan suasana yg msh terasa mencekam setelah salat subuh akupun keluar dan jalan-jalan sekitar Resto, semua nampak indah menuruni tangga menuju kamar sebelumnya yg aku tempati tidak jauh dari situ ada Swimming Pool dan terlihat pendopo dengan perlengkapan musik traditional Sunda yang biasa dimainkan oleh para akang berpakaian Sunda. Terasa aura pedusunan Sundanya pagi itu…sangat sahdu…

Didepannya juga disediakan wedang ronde dan snack” kecil “free” buat tamu” resort sambil bersantai menikmati udara pagi maupun sore sambil berenang.
Setelah jalan-jalan kita menuju ruang makan untuk sarapan setelah itu lansung kembali menuju front office untuk Check Off siap-siap kembali ke Jakarta mengingat banyak teman yg terluka pasca kecelakaan wkt mlm.
Selamat tinggal Bandung, selamat tinggal Dago semoga suatu hr nanti aku masih bisa ke Bandung tetapi di tempat yang beda…

Bonto Tappalang, 29 Oktober 2017

SHARE
Previous articlelove you with silent
Next articleKata
Penikmat Sastra

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY