WAYANG

WAYANG

3788
0
SHARE

Aku bagaikan nahkoda yang mengukur luasnya samudera

Aku bagaikan penguaasa laut nan indah

Tapi Aku tak dapatkan pilar itu

Aku terus melaju ke dunia baru dunia tanpa makna

Aku merasa asing di dunia, dunia yang tak berlakon

 

Ku berlari tanpa arah kemana…

Ku berteriak di tengah hamparan gurung

Tapi tidak ada yang mendengarkan

 

Kemana para makhluk Tuhan yang bernama

Manusia itu pergi?

Kemana mereka?

 

Sekarang aku bagaikan tulang berulang

Di tengah reruntuhan bangunan

Kini semua telah berubah

Semuanya terasa hampa tanpa kedamaian.

 

Seandainya ku tahu akan lakon yang di pentaskan besok

Tak mungkin ku ikuti adegan yang sesedih ini

Seandainya ku tahu semua itu…

 

Mengapa aku dilahirkan hanya sebagai wayang

Yang dimainkan oleh tokoh-tokoh pemeran

Dalam nalarku semua hanya kebohongan belaka

Kenapa mesti ada yang tersisihkan?

Dalam merenungi nasib kenapa mesti ada

Yang mengalaminya, kenapa?

 

Tak ku bayangkan jika semua benar-benar terjadi

Suatu dramatikal pilu dipentaskan

Di panggung sandiwara dunia

Yang penuh romantika, dinamika cerita yang

Penuh lika liku kehancuran.

 

Bantaeng 2009

 

Andi Almi

 

SHARE
Previous articleDIARY PERSINGGAHAN III (END)
Next articleIbu
Penikmat Sastra

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY