Tuesday, November 21, 2017
Authors Posts by dzdiaz

dzdiaz

56 POSTS 1 COMMENTS
Penulis paruh waktu, separuh waktu lainnya merindu.

Dan langitpun sama sajaMendukung perih yang adaHingga mungkin aku tak berartiMeski temanimu setiap hari  Rasanya seperti dihantam gulungan salju. Diammu yang dingin dan heningmu paling...

"Pak sepatunya saya semir, Pak.."Tidak ada yang menjawab. Terminal ini penuh orang-orang yang tak peduli, atau mungkin mereka tuli hingga tak mendengar aku. Atau...

Keriput semakin menutupi wajahnya, tapi masih saja kutemukan ketampanan di sana. Usia tak menelan habis rona-rona mudanya."Pak, minum obatnya dulu. Sudah Rima siapkan di...

"MERDEKAAAA..!! MERDEKAAAAA..!!"Anto berlari mengacung-acungkan bambu kecil di tangannya. Di tengah lapangan ia berguling-guling kegirangan, disusul anak-anak lain, teman bermainnya yang juga menggenggam senjatanya. Wajah...

11:20Kerikil-kerikil menyentuh telapak kakiku, teramat menyengat. Sedari pagi matahari sudah berbagi terik. Semoga hari ini ada sepasang sandal butut kutemukan. Kasihan kakiku, setiap hari...

Sore yang tenang. Rintik hujan masih bertandang, jendela kamar penuh tempias, satu dua tetes ada yang mengalir. Aku masih mencari-cari kertas lipat yang tadi...

Lampu kamar di kamarku tak pernah tidur. Mungkin ia sudah punya kantung mata hitam melebihi kepunyaanku. Aku tidur, tapi tak pernah nyenyak.Aku tak pernah...

Tersisa segelas teh hangat beraroma melati di ujung meja. Kukira hidup yang datang dari kenangan di tubuhku singgah di sana. Ini ingatan yang tiba-tiba cemar...

Mendung sebagaimanapun gelapnya takkan mencatatkan hujan, andai saja langit tak mau menangis. Tetapi dalam mendungmu, hujan telah menjatuhkan dirinya di tanah kelahiranku. Dan sepanjang musimku,...

Di jalan yang kian setapak, aku melihat ilalang malu-malu menatap aku. Ada satu menit, lalu bergoyang lagi dengan senyuman.Aku berjalan, menyusur petang menuntun bayang-bayang....

Di peluk siapa lagi bisa kutaruh hangat yang lelah mencari?Di kening siapa lagi nyaman kecup bisa kutitipkan?Di dada siapa lagi detak tak beraturan ini...

Jika nanti aku bernyanyi, tutuplah telingamu. Aku juga mungkin tak hapal benar lirik lagu kesukaanmu. Tapi aku mencintaimu.Jika nanti aku menari, tutuplah matamu. Gerakanku tak...

Aku sudah berbaring dan meletakkan kepalaku di atas bantal di kasurku. Sengaja, lampu tak kupadamkan. Selimut yang tebalnya hampir setebal tubuhmu sudah mendekap erat...

Mungkin suatu saat kau akan memintaku pergi. Menjauh dari napasmu. Jika benar, aku akan meletakkan sepatu tetap di rak dekat sepatumu. Supaya kau ingat,...

Kita tidak berperang, tapi jatuh dentum-dentuman. Tidak ada pula yang gugur, hanya daun mati pergi dari tangkainya.Yang tumpah di tanah ini adalah darah perasaanku....

Dan daun-daun itu berjatuhan. Berjauhan.Menggapai-gapai titik angin. Tak sampai.Ini sekiranya laut, akan mengambil, membiarkannya hanyut.Arahnya? Diombang-ambingkan ombak. Karang bagai tombak. Menusuk hingga remuk.Akhirnya tak sampai...

Di jauh pulau yang kau tuju, sayangku, aku paham satu hal; tiap satu langkah pergimu, ada satu kangen jatuh dari sepatumu. Maka dari tiap pesan...

Sebentar, jangan pergi dulu. Tengok aku di belakangmu, setidaknya ucap satu kata untuk yakinkan aku, rindu tak lagi milikku.Masih ada, dua dayung di dalam...

 Kau tak perlu bersedih, acapkali jendelamu basah karena tempias hujan. Musim dan beberapa hal yang diajaknya sedang mengejek engkau karena kesepiannya sendiri.Atau mungkin seseorang...

Ini senja, waktu aku kembali mendengar angin tak membawakan kabarmu. Tidak ada sepasang peluk yang mendayu-dayu. Pulang jauh dari angan, katanya.Sementara, kangen sudah begitu...

Aku mau nanti kau bernyanyi di setiap malam, waktu anak-anak pergi tidur. Biar di dalam mimpi, mereka bertemu dengan malaikat yang suaranya persis kamu.Dan...

Kau selalu melihat kalender, dan mencari-cari di mana angka dengan warna merah tinggal. Matamu berbinar tiap kali kau menemukan. Bahkan jika cuma satu tanggal.Setelahnya...

Kau selalu mengikat rambut waktu mengaduk kopi. Kau tahu, aku paling tidak suka dengan rambut yang mencuri lebih dulu pahit kopiku. Aku menyesap dari cangkir...