Friday, August 18, 2017
Authors Posts by Kapas Merah

Kapas Merah

49 POSTS 10 COMMENTS
seorang pengagum kata, mengumpulkan 26 huruf.

tik tik tikbunyi hujan di atas gentengairnya turun tidak terkiracobalah tengok!!sangsai halaman berkubangtanah basah,berbuih liar,ingatan,kekanakan,terdampar.hujan di jendela,aku gigil,menaswir linimasatik tok tik toksebentar-sebentardetak jam terus...

Peramlah separuh malamsesaat heningmu waswasotak sedang merapal:kita, bagaimana?sulur-sulur cerah lintang berpiano,segala lagumenusuk gendang telingamemaksa teduh singgah.kadangkala,kita sama lain berpautkuhasratkan seruling bambu,nyanyi rindu.ada apa, kasih?aku...

/i/Jatuh darah:Para pemuda yang katatoniaDesis peluru hantamBukan akhir,Semangatnya;Suara merdekaKepada ujung bambu bernyawa./ii/Meskipun,Suara distimia bangkai pemudaRiuh derita,Merah di nadi indonesiaPutihnya kecam tabiat penjajah.Mereka; lilin cahaya...

awal musim gugur berawalkering pohon dan tanah muntah daun-daunangin berlari kepada rambut-rambutmu yang bekulihatlah, sayang!warna sekarat sebelum-setelah pelangiliar burung-burung menabrak luka-lukakemudian kabur, tertanda puisi...

darimana datangnya cinta? seperti apa semesta kita?bagaimana keadaannya?aku ingat, aku lupapagar berawan di atas siangsebuah lapang tanah hijaudesir angin membelaimulainnya malu terhalangaku ingat, aku lupakita...

kembalilah, kembali dan kembalicahaya remang di ujung papuarakyatnya lapar akan sejahterahidup hina, air mata darah sebab lukakembalilah, kembali dan kembalihutan tumbang,satwa hilangkota gersangrakyatnya memandang...

kembali tanah basah airkembali hujan mengalirkembali mata berawanaku rindu kampung halamangersang belantara orangsungguh, aku hilangtersesat damai-ricuh hatikota lain berpuisikembali orang-orang teriakkembali para penghuni sesakkembali...

sedikit memerah pejam bibir itu, aku mengintip dari jemari kasargelisahmu getar nafas sayu, kembali kepada masa lalu.Jember, 10 Oktober 2014

Segenggam pedang berkaratKita saling menghunus kuatKelu desah cucuran keringatGemerincing rintih sayu-sayu kuda hitam;Waktu menampar kita akan mimpi bualan.Jember, 10 Oktober 2014

Ia bersedih,Deras sungai mendahului lagiAwan redup kelam bergumamRintih gemerincing nafsunyaHati yang paling dalam.Gersang padang merah-merah senjaTak sebutir air begitu berartiSalam kepada malam ia regukSendiri...

Gitar-gitar kusam berderetDiam dingin tubuhnyaIa pernah melewati waktu penghujungSeperti berlayar lepas, katanya,Berkicau tanpa tetangga juga berkicauMempuisikan langit sebelum langitMerayu burung-burung taman sebelum malam.Dulunya,Runtuh debu...

Kubolak-balik catatan harianku, semata menemukan wajah asingmu, sekian mengguritkan kata di dalam; hanya merindu nyata.Jember, 07 Oktober 2014

Seakan tangan mungil,Menjangkau yang tak mampuSesegera itu wajah hening, di tanah kelahiranku.Jember, 07 Oktober 2014

Candu ceruk bibirmuMemerah manis lidah.Gelapnya nafsu meliuk-liukSatu gigitanPecah suara;Darah tanpa ikatan.Jember, 07 Oktober 2014

Langit berhenti di satu penglihatan.Hitam wahai hitamHeningnya getirBulu-bulu mati hidup kembaliSerupa bidadari, Meski mati.Jember, 07 Oktoer 2014

Basah pohonanDingin angin-angin cahaya,Di tepat sebelah matamu; Geming datarnya hatiSendiriKebisuanmu pergi.Jember, 07 Oktober 2014

Sama, tak bedaPemenangnya puisi cinta!Cinta, cinta.Sampai kapan Dua tiga otak bercinta.Jember, 07 Oktober 2014

Hujanmu sapardi, mulai menangis di bulan junigontai mulut bersenandungmemulai diksi, mengungkap misteri---------Jember, 11Juni 2014Ilustrasi : Googmage

Tanpa senyum hitam padiPenentu jejak keras Ilmudi pundaknya, belum juga sirnasepengetahuan belalang hijautak peduli senasib mayatpadi menguning menjatuhi tanahsebuah tanah pemakaman anak didiknya: -----------Jember, 11...

Bumi tertawa, kita bahagiaBila tumbuh keindahan menjalarDan angin terus berlalu lalangPada daratan yang sering kita rendahkanMentari tersenyum legaDengan sedikit cahaya, ia melukis pelangi cintaDiiringi...

Hidup serupa teka-tekiPuluhan aksara meracauSebuah misteri tempat kosongAku merasakannyaTerpisah antara ada dan tiadaTak jauh dari pohon tandus, jiwakuPatahnya sayap kenari, jasadkuPertiwi menangisi rakyat tuli,...

Daun gugur di musim laluMenjadikan harap jatuhBias melati putih menggeramPada pelangi senjaPada secercah napas manusia Kita melupakan cerita lamaJuga rindu yang mati di tanah kelahiran...

Debar mengungkap aksara,barangkali rasa belum sempurna,mungkin cukup diam-diam mencinta,agar hati tak terlukaJember, 23 Mei 2014