Khitbah

Khitbah

860
0
SHARE
BG-Rental-Kika-Web

“Umi…. ”

Jerit nya melengking saat ia terbangun dari mimpi bertemu dengan sosok yang sangat ia kagum dan rindui, seorang yang dengan perjuangan nya telah menghidupi dirinya selama 2 tahun seorang diri, kematian ayahnya yang tiba tiba karena radang paru paru membuat Umi Elsah bekerja lebih keras untuk menghidupi dirinya dan anak semata wayang nya. Aisyah

Gadis berparas ayu, kerudung jilbabnya menyempurnakan kejelasan ia seorang muslimah yang baik baik, matanya sayu menenteramkan, alisnya tebal dan merah kedua pipinya.

Sejenak Aisyah menenangkan diri menghela nafas setelah apa yang ia alami,ini adalah mimpi bertemu dengan Umi Elsah yang ke tiga kalinya.

Umi Elsah baru saja menghadap Sang Ilahi Robby pertengahan bulan kemarin saat Aisyah tengah berjuang menyelesaikan ujian akhir sanah di salah satu pondok salafi di kabupaten pekalongan.

“ya Allah.. sudah tiga kali ini umi menemui ku dalam mimpi” batin Aisyah berkata

“ampunilah segala dosa beliau ya Rabb, amiin” doanya kemudian

 

Aisyah kini hidup sendiri di rumah peninggalan kedua orang tua nya, rumah sederhana dengan sepetak halaman di depan  menjadikan rumah ini asri penuh dengan tanaman hijau serta dua pohon mangga yang buahnya sebentar lagi akan panen.

 

Segala macam perasaan pun muncul menghinggap di hati gadis 22 tahun ini, seakan seperti melihat bioskop momentum kebersamaan dengan orang tua kembali terekam dan terngiang., matanya meleleh saat melihat para tetangga asik bercanda ngobrol santai dengan para orang tuanya, melihat kemesraan antara keluarga dalam mengerjakan sesuatu nya, dan semua itu membuat aisyah terpuruk dalam tangisan dan kesendirian,

#

 

Hari berlanjut demi hari saat semua ketentuan sang ilahi rabbi terwujud waktu demi waktu.

Hari itu jum’at 14 november 2014, pagi berlalu berganti siang, tepat pukul 14.00 sepasang suami istri bertamu

“tok tok tok…” suara ketukan pintu terdengar nyaring

“assalamualaikum mbak aisyah” kata seorang di luar sana

“waalaikumsalam …” jawab aisyah sambil melangkah membukakan pintu

“ehh buhaji dan pak haji Imam, sialakan masuk bu’ pak… “ persila aisyah,

“ada keperluan apa bu’ pak kok sepertinya penting sehingga membuat datang kemari, tadinya aisyah di sms aja suruh ke rumah’’ kata aisyah

“iya nak aisyah ibu sama bapak memang sengaja ke rumah mu karena ada hal penting yang mau disampaikan” papar bu hajah Risma, tetangga Gang sebelah yang sering membantu aisyah dan ummi dulu

“ada keperluan apa bu” jawab aisyah

“pak, bapak saja yang menyampaikan” tutur ibu risma kepada suami nya

“begini nak aisyah, tentunya nak aisyah sudah tau dan kenal kan dengan anak kami yang berna Reza Kusuma , lusa dia akan pulang dari Jakarta studi nya S2 sudah selesai dan dia meraih cumlude, Alhamdulillah” papar pak haji imam

“mas reza? Alhamdulillah “ potong aisyah saat pak imam mengutarakan maksud dan tujuan bertamu

“saya lanjut ya nak, nah umur reza sepertinya sudah matang untuk membina rumah tangga, dan kalo boleh tau nak aisyah punya calon tidak untuk dikenalkan untuk menjadi istri reza”

“mmm… ca,,calon istri pak?” jawab aisyah kaget

“iya nak, menurutmu siapa yang pantas? “tambah ibu hajah risma

“mmm maaf bu hajah,saya tidak tau siapa dan belum menemukan siapa yang cocok menjadi istri mas reza” jawab aisyah dengan hati yang sedikit remuk , karena ternyata selama ini aisyah memendam rasa cinta terhadap reza kusuma, ragil dari bu hajah risma dan pak haji imam

“pak.. aisyah tidak tau siapa pak, bagaimana ini,, padahal ibu sudah sangat mendamba cucu dari reza pak” kata bu risma sambil melirik aisyah

Dalam hati aisyah bingung dan cemas , banyak perasaan yang tiba tiba datang entah itu perasaan apa

,aisyah mengambil nafas dan menghembuskannya seolah dia membuang harapan akan masa depan yang indah dengan orang yang ia cintai ketika pertama kali bertemu 4 tahun silam, ia hanya bisa memendam rasa itu karena aisyah sadar siapa aisyah dan siapa mas reza

“nak aisyah, nak aisyah benar benar tidak tahu?” Tanya pak imam

“mboten pak” jawabnya sabil aisyah menggelengkan kepala

“kalo nak aisyah yang menjadi menantu bapak dan ibu nak aisyah mau tidak?” bu risma berterus terang.

Seketika pandangan aisyah menatap kearah bu risma, seperti mendengar rintikan hujan di padang sahara, aisyah tidak percaya dengan apa yang di utarakan bu risma

“maaf bu… ibu tadi matur apa? Menantu? .. maksudnya?” gelagapan aisyah menjawab

“iya nak,kamu mau kan menjadi istri reza kusuma, ragil kami..”

Aisyah berlinangan airmata seolah mendapatkan reruntuhan durian, ia masih tak percaya. Aisyah hanya diam dan menangis

“iya nak, kami kesini atas kemauan reza, dan kami sebagaii orangtua merestui pilihan reza, karena kami tau kamu gadis yang baik,sopan, jadi kamu mau kan menerima pinangan ibu ini”

Aisyah hanya diam sambil sesekali terisak

“nak aisyah tidak perlu jawab sekarang, kami akan datang lagi besok untuk mendengar jawaban nak aisyah” kata pak haji

“ibu… bapak… jika memang itu adalah tujuan bapak dan ibu kemari maka sesuai permintaan ibu dan bapak aiysha akan menjawab itu besok, tapi bukan disini bu pak.. di depan wali aisyah, sekarang wali aisyah adalah pak dhe Mujeb, dengan rasa hormat yang tinggi aisyah meminta bapak ibu untuk datang besok di kediamannya pak Mujeb jam 16.00 . insyaallah sudah ada jawaban” jawab aisyah dengan masih berlinangan airmata..

“iya nak, besok akan bapak penuhi permintaan mu untuk kembali mengkhitbah mu di depan wali mu, kalu begitu kami pamit dulu ya nak” pinta pak imam undur diri

“inggih pak, bu…”

“assalamualaikum”

“waalaikumsalam” jawab aisyah sambil mencium tangan bu hajah risma juga pak haji imam Dan pak imam pun tersenyum sumpringah seakan sudah tau jawaban apa yang akan di berikan aisyah esok sore.

Jawaban yang akan membuat reza kusuma akan melepas lajang dan menuju pelaminan dengan aisyah gadis yang reza cintai pula

#

“Bismillah dengan memohon ridlo Allah, saya terima khitbah sekaligus lamaran mas Reza Kusuma”

“alhamdulillaaah….” Semua berucap syukur , semua bahagia

Bahagia yang akan membawa mereka dalam naungan rumah tangga yang sakinah mawadah warohmah  

 

Dan semua pun bersenandung, seperti senandungnya lebah yang telah menemukan madu, bersyukur dan berpasrah kepada Ilahi Robbi.

 

Kedungwuni- 26 Nov 2014 12 :10

SHARE
Previous articleYa Allah
Next articlePembaca Puisi
belajar dan belajar

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY