Sesaat,…

Sesaat,…

964
10
SHARE

Entah apa label rasaku padamu,
terlalu bias dan samar,
ada riang yg mendadak datang,
dan udara mengembun sesaat ketika kau hilang.

Hari-hari adalah warna,
segaris tipis kau menjadikan jingga
cukuplah perturutkan rasa,
hanya sesaat matamu mengendap disudut jiwa,
sesaat saja, cukup rasanya….

SHARE
Previous articleTerlalu indah
Next articleBulan dan Matahari

10 COMMENTS

  1. puisinya bagus dan unik. saya terkadang harus ‘memperkosa’ imaginasi untuk menemukan kata-kata ketika sedang menulis puisi. saya yakin penulisnya punya kedalaman batin yang dalam. jadi gatal menulis puisi lagi setelah sekian lama gak produktif. mantap…!!!

LEAVE A REPLY