Mata Air, Bukan Air Mata

Mata Air, Bukan Air Mata

851
0
SHARE

Pada suatu malam yang silam, ketika aku menuliskan sesuatu tentang simbah mewariskan mata air, bukan air mata

Cerita yang belum usang tentang kekeringan di Rembang

Saat kemarau panjang merambah puluhan desa nan malang

Orang-orang jumpalit turun dari puncak bukit

Yang kau ungkit untuk air secimit

Disana petani men’doa : “Tuhan, turunkanlah hujan untuk padi yang kadung kujunjung, tak apa perut tak kembung, asal orang kota tak murung”

Pada suatu malam yang silam, ketika ia melanjutkan cerita di gegap gempita kabar berita

Mendengar Sukinah semakin resah

Ditengah congkaknya pabrik semen yang menuai wabah

Penjamah yang serakah

Bumi sumber air desa yang cerminkan ramah

Bukan malah terpecah belah

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY