Maria

Maria

974
13
SHARE

Wahai Maria
Apa yang kau emban sewaktu dia dalam perutmu?
Apa yang kau pikir hingga kau terima kemana-mana?
Sehingga banyak pohon yang iri,
banyak batu yang terus menggerutu
Karena tidak kau kunjungi..

Wahai Maria
Sejauh kehidupanku kini, aku telah buta
Buta akan putramu yang seketika ada
Buta akan keberadaanmu yang selintas ada
Namun kasih sayangmu tetap menggoda
Seperti burung angsa yang terbang membentuk namamu
Dihati..

Pondok Bambu, 2012

SHARE
Previous articleSemoga
Next articleBunuh Diri
Pak Tani. #SpongeBobAddict #BeautyIsBoring. Blog saya di www.kikasyafii.com

13 COMMENTS

  1. wah, saya baca2 puisinya mbak ir, bagus2… kok saya baru ngeh ya klo mbak ir ada blog puisi padahal ini udah sejak 2008 *pentungin jidat

  2. Puisi yang indah dengan untaian kata kata yang berkesan. Dari dulu saya ingin sekali bisa membuat puisi sekeren ini. Namun bingung juga gimana cara memulainya ya. Apa harus menghayal gunung, air , sungai dan sawah dulu ya baru nyusun bait bait kata kata puisinya ya?

LEAVE A REPLY