Setengah dari Setengah

Setengah dari Setengah

488
0
SHARE
logo berbagi puisi emas

Betapa sibuknya terminal, lalu lalang dan keluar masuk pedati bermesin dengan meninggalkan debu yang berterbangan seakan – akan asik bermain musik untuk kemudian menempel dan menempel. Berloncatan teriakan penghuni untuk mengajak pendatang yang berkuasa agar memasuki pedati pedati tujuan dan segera terlepas dari jebakan siput yang telah tersedia semenjak jaman pak tua yang sekarang sudah meninggal.

Banyak terlihat romeo – romeo yang menjaga julietnya agar tidak terlepas, tidak sedikit yang mencoba untuk melepaskan cupidnya dengan tulisan semoga bisa jadi teman perjalanan. Permainan orkestra yang indah dan selalu terjadi di setiap tahunnya dengan tajuk “Lebaran di rumah”, tak terkecuali teman – temanku. Satu persatu mereka pergi meninggalkan ku dengan senyum gairah yang sangat tinggi dan mengejawantah. Sungguh Indah menjadi sendiri.

Terdengar percakapan dari Eno dan Fiet yang merencanakan untuk pulang dan tidak pulang. Namun sayup ku lupakan karena petinggi otakku tidak mau mendengar dan memilih untuk tetap meniti satu titik yang sudah pasti, yaitu setengah dari setengahnya hati dan jiwa manusia adalah milik beberapa hati yang mesti dihormati.

Dan aku hanya bisa mengirimnya dengan ketikan pendek “Buat Mbakku, Masku dan Masku dan Adikku tercinta. Maaf ini untuk yang ke 4 kali jiwa ini tidak bisa mengijinkan dan menemani ragaku untuk bersimpuh dan memeluk kehangatan kalian. Aku akan mencoba untuk mengembalikan setengah dari hati yang selama ini tak mampu terwujudkan, yaitu menggenggam kembali setengah dari hatiku yang tinggal bersama setengah hati lain yang juga memilikinya. Dan aku pasti akan kembali suatu hari untuk menengok jalan surga Orang tua kita.”

I Love You All.

Depok, September – 2008

 

SHARE
Previous articleLiburan di Bulan
Next articleDesaku
Pak Tani. #SpongeBobAddict #BeautyIsBoring. Blog saya di www.kikasyafii.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY