Cinta terpendam 2

Cinta terpendam 2

541
0
SHARE

(lanjutan)

“Woy dik melamun aja loe”ucap salah seorang temanku

“Eh kus… ngak ini aku lagi mkirin seseorang”ucapku kepada kusnadi temanku, tanpa ada rasa malu. Karena dia memang temanku yang dapat menjaga semua rahasiaku.

“Masih mikirin Dia?”

“Yap… seperti biasa” ucapku

“Kenapa ngak dinyatain aja sich dik?”ucap kusnadi memberi saran

“Susah bro… susah banget”

“Tinggal loe bilang aja, uda bereskhan?”

“Iya kalo diterima, kalo ngak?”

“Coba aja dulu, dari pada gini, kamu juga khan yang sakit”ucap kusnadi menyakinkan

“Ya uda ntar temani aku ke kelas karin”ucapku kembali

“Seap…… ntar aku bantu”

“Tapi aku nembaknya gimana?”

“Kasih puisi aja”

“Aku ngak pandai nulis puisi Kus”ucapku

“Ya uda aku buatin…. Kamu dengar dan tulis aja, biar Karin yakin kalo itu dari isi hati kamu yang terdalam”ucap kusnadi kembali

Aku mencintaimu

Sungguh tiada yang lain

Namamu terukir indah di hatiku

 

Aku mencintaimu

Bersama semua kerinduan ini

Dan kesepian yang tak berujung

 

Aku mencintaimu

Walau kau tak pernah tau

Rasa yang ada di hati ini

 

Aku mencintaimu

Mencintai kelebihanmu

Mencintai kekuranganmu

 

Aku mencintaimu

Tak ada yang bisa ku beri

Tak sepatah kata mampu terucap

 

Aku mencintaimu

Tanpa memilikimu

Tapi abadi dihatiku

 

Aku mencintaimu

Dalam ketulusan, dan keiklhasan jiwaku

 

Dan sekarang ingin kunyatakan

Rasa ini

 

Rasa ingin memilikimu

 

“Selesai kamu baca puisi ini, kamu langsung nembak dia gimana?” ucap kusnadi

“Oke aku setuju, thanks ya brother….”

“Oke.. berjuanglah teman hahahha” ucap kusnadi sembari tertawa….

 

 

 

    •   •   •   •

Dan seperti yang kami rencanakan, aku dan kusnadi pergi kekelas karin,

Tanpa berpikir panjang aku memasuki kelas karin, namun aku memasuki kelasnya.

Namun sial bagiku…. Karin dan teman-temannya sedang melakukan praktikum di lab biologi.

“Gimana dong kus?” tanyaku pada kusnadi

“Ya uda kamu yang sabar ya, kapan-kapan kita coba lagi”

“Ngak ahkkk… keberanianku uda habis”

 

 

 

 

(dirumah)

“huh…..”

“Kamu kenapa dik?” tanya kakak menghampiriku didalam kamar

“ Aduh kakak…. Bisa ngak kalo masuk kamar itu di ketok dulu?”

“Yeeee orang kamaranya ngak di kunci..”

“Ya sebelum dika persilahkan masuk jangan masuk”

“Iya maaf-maaf, ehh ngomong-ngomong kamu kok bete gitu?”tanya kakakku

“Ngak kenapa-kenapa kak.. Cuma lagi suntuk aja, pr dika banyak”

“Uda dik ngak usah bohong…. Emang sejak kapan sejarahnya seorang dika benci sama pr?”

“Ya bisa aja seseorang lagi galau.. ehh maksudnya lagi malas”

“Hayo….. galau karena siapa?”

“Ya uda ya uda dika kasih tau, tapi janji jangan ngomong sama papa dan mama ya, awas kalo mama sama papa tau”

“Iya-iya……”

“gini kak, aku lagi jatuh cinta, sebenarnya ngak baru sich… aku uda sama cewek ini sejak smp”

“What smp? Malang banget nasibmu adek ku”

“Tuhkhan meledek”

“Hehehe ngak, ngak ko”

“Menurut kakak, aku tembak aja atau gimana?”tanyaku meminta saran kepada kakak

“Ya di tembak aja dik….”

“Tapi aku nga berani kak”

“Masa kamu ngak berani, kamukan laki-laki dik….. ya uda kakak punya ide, kamukhan pintar main gitar, gimana kalo kamu tembak dia lewat nyanyian plus di iringi sama gitar? Pasti romantis banget”

“Aku setuju kak, ya uda kita kesana sekarang”

“kemana?”tanya kakak ke heranan

“Ya kerumah karin”

“Gimana kalo papa, mamanya disana?”

“Ngak peduli, yang penting kami jadian,”ucapku

 

Tanpa pikir panjang aku dan kakak pergi kerumah karin, dan sesampainya di depan rumahny, aku mengambil posisi berdiri tepat di depan pintu rumah karin.

“ kak.. doain aku ya” ucapku kepada kakak sembari melirik ke belakang

“iya pasti…..”

Setelah aku menekan bell rumah karin, aku bersiap-siap dengan gitarku,

Terdengar seseorang yang akan membukakan pintu.

“Jangan dibuka Rin…..”

Kau bidadari jatuh dari surga

Pas di hatiku ea……

So baby please be mine, please be mine

Karena hanya aku, sang pangeran impianmu ea…

 

Belum selesai aku menyanyi tiba-tiba pintu itu kembali akan dibuka, sontak aku berteriak “ Bentar Rin aku belum siap, Aku mau bilang kalo aku suka sama kamu dan aku mau kamu jadi pacar aku.”

Setelah kunyatakan persaanku, akhirnya pintu itu terbuka, dan sungguh hancur hatiku, ternyata yang membukakan pintu, ibu Karin.

“ehh… maaf tante, aku kira karin, maaf ya tante” ucapku sembari bersiap untuk pergi

pulang, ketika aku berbalik, aku sungguh terkejut karena Karin ada di belakangku dan dengan Kakakku di sampingnya.

“Eh karin… kamu uda lama disini” ucapku malu

“Uda  uda la….’

“Blommmm karin baru aja datang” ucap kakak memotong pembicaraan karin

“Oh….” ucapku

“Iya….” Ucap karin kembali

“Oh dan Iya” uda itu aja? Tapi tadi kamu bilang kamu mau nem….”

“Shut.. …..  rin kamu mau ngak jadi Pacar aku? Ucap ku memotong pembicaraan Kakak

 

Lama karin berbicara, hingga akhirnya di membuka mulut dan berkata “iya aku mau”

Sebuah kalimat yang mampu membuatku mengepalkan tanganku sembari mengayunkannya.

“Thanks ea rin”ucapku sembari bersiap memelik karin

“ehhh mau ngapain?” ucap kakak sembari menarikku dari belakanng

“ Ya uda sampai jumpa besok ya rin, I LOVE U” ucapku, yang membuat kakak sedikit I ilfeel

Namun Karin hanya diam dan tertunduk malu mendengar perkataanku

“uda pandai ya ucap kakakku kembali”

 

Akhirnya penantian panjang untuk jadi kekasih karin, terwjud juga. Dan aku berjanji kepada diriku, aku ngak akan pernah ninggalin dia.

 

[follow id=”@independent_cck” ]

SHARE
Previous articleKU NINA BOBOKAN KOTA
Next articleberbuat
keep smile..

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY