RENCANAMU INDAH PADA WAKTUNYA

RENCANAMU INDAH PADA WAKTUNYA

906
0
SHARE

Aku terbayang akan semua kisah lamaku, kisah dimana kesusahan firman menimpaku.

Dulu aku adalah seorang berandalan yang hidup didalam kegelapan dunia,  tiada kasih dan cinta. Sampai aku menemukan jati diriku, jati diri yang diberikan Tuhan padaku, jati diri yang sulit ku terima namun sangat berharga.

 

(Scene) flashback  aku sedang bebincang-bincang dengan sahabatku  Ari di sebuah Cafe

 

“Kus… kamu tau, kalau semua umat manusia ini memiliki arti dalam hidupnya?”tanyanya padaku

“sudah berkali-kali kukatakan, aku tidak percaya dengan semua omong kosong itu” ucapku

“tapi kamu harus percaya, karena itu telah terjadi”

“dengar Ri…. Aku uda lama hidup didunia ini, di dunia yang keras ini, dan kamu tau semua yang ada di buku ini ( menunjuk alkitab ) tak berarti bagiku”ucapku

“percayalah teman kuasanya nyata pada waktunya”

(scene berpindah, ketika aku masih hidup dalam lingkaran setan, dimana aku bekerja sebagai penjahat di jalanan)

 

Waktu itu aku dalam perjalanan pulang menuju tempat perkumpulan kelompok kami…

Kami selalu melakukan aksi, penculikan, penganiyaan, bahkan pembunuhan demi untuk mencari uang untuk kami hambur-hamburkan.

 

Setelah kami(kelompok penjahat) melakukan perundigan, kami melakukan aksi kami disalah satu Mall dikota Jakarta….

Satu persatu kami masuk kedalam mall tersebut, hingga akhirnya semua telah didalam mall, dan secara cepat kami melakukan aksi kami, aku menodongkan pistolku ke kepala salah sorang penjaga kasir di mall tersebut.

“masukkan semua uangnya”

Penjaga kasir  itu melakukan sesuai dengan yang aku perintahkan.

Setelah uang, telah kami dapatkan, kami keluar dengan perlahan-lahan melalui pintu belakang mall, dengan pistol masih tetap mengarah pada penjaga kasir tersebut.

 

Tidak kuduga ternyata, rencana kami telah diketahui oleh Polisi, dan mereka telah bersiap untuk menangkap kami. Mereka telah mengepung mall tersebut.

Tak mau menjadi tahanan Polisi aku, berontak dan menerobos kerumunan polisi itu, sontak tembakan Pistol polisi menghujani tubuhku.

 

 

(scene ) kembali teringat perbincanganku dengan Ari

“kamu tau kus.. seekor burungpu sangatlah berharga di matanya, bagaimana tidak dengan manusia”

“kalo dia memang ada, kenapa masih ada manusia yang mati kelaparan? Kenapa masih ada pembunuhan?” tanyaku

“semua adalah pencobaan dan semua itu harus kita lalui untuk mendapatkan karunianya”

“Bagaimana dengan mereka yang telah mati?”tanyaku

(ari diam sejenak)

“itu adalah jalan hidupnya”

“dengar Ri… kemaren Kami (kelompok penjahat) melakukan aksi kami di salah satu toko, dan seorang anak tertembak penjaga toko yang mencoba menyelamatkan kami, apa itu takdir? Kalau iya takdir seperti apa? Bukankah itu sebuah ketidak sengajaan? Jadi untuk apa dia hidup?”

“ari dia sejenak menanggapi semua pertanyaaku”

 

(scene) berpindah keruang otopsi mayat

Aku terbangun di sebuah rumah sakit, tepatnya di bagian instalasi mayat

Ku lihat sebuah dokumen kematian yang bertuliskan namaku berada di sampingku

 

Sadar aku selamat dari peluru yang menghujani tubuhku, aku kemudia kembali ketempat perkumpulan kelompok kami, aku mengumpulkan semua orang yang masih tersisa dalam kelompok kami, tidak cukup hanya di situ, aku juga merekrut beberapa anggota dari kalangan anak-anak sma. Aku mengambil alih pimpinan kelompok dan dengan sekejap menguasai premanisme di kota tempat aku berada.

 

Kali ini aku dan anggota-anggotaku melakukan aksi kembali, kali ini sasaran kami pada sebuah toko emas. Tidak mau kecolongan kembali, aku melakukan semuanya dengan bersih dan tanpa ada celah.

Sesuai dengan rencana, aku dan yang lain berhasil melakukan aksi itu dengan sangat rapi dan tak ada polisi.

 

 

Namun malang bagiku, ternyata polisi membuntuti kami, dan dengan sekejap anggota-anggotaku di tangkap oleh polisi. Begitu juga dengan aku.

 

 

Aku ditahan disalah satu lapas dengan hukuman 1 setengah tahun penjara.

Dengan sekejap saja aku bisa menguasai lapas itu, dan patuh akan semua aturanku, dengan anggota-anggotaku sebagai tangan kananku. Tetapi terdengar ada seorang tahanan yang tidak mau patuh kepadaku. Aku menyuruh anggota-anggotaku untuk memperingatkannya, namun anggota-anggotaku salah langkah dan membunuhnya.

 

 

Setelah aku terbebas dari lapas itu, aku kembali ke tempat perkumpulanku dan seperti sebelumnya, aku mengumpulkan kelompok kembali, namun salah satu kelompok pengikut orang yang kami bunuh dilapas, membalaskan dendamnya pada kami. Terjadilah kericuhan yang mengundang polisi datang, kami berhasil mengalahkan kelompok mereka. Namun aku dtangkap oleh polisi.

 

Aku kembali kelapas…. Didalam lapas ternyata telah di kuasai oleh kelompok tadi..

Ancaman pembunuhan terhadapkupun menghatui diriku.

Aku bingung, keinginan untuk tobat sebenarnya ada tapi aku tidak tau bagaimana.

Sampai seorang nara pidana yang telah bertobat, mengetahui keinginanku dan memberiku jalan pertobatan dengan menghadiri kkr untuk nara pidana.

 

Aku pun dibabtis dan didoakan menjadi seorang kristen,

(scene) kemnbali pada perbincanganku dengan ari

 

“jalan hidupnya adalah memberimu hidup sampai kau mengalami pertobatan, karena aku yakin Tuhan punya sesuatu rencana untuk keagungan namaNya”ucap ari

Dan sesudah perbincangan itu juga Ari mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat

 

Kini aku tau jalan hidupku, dan aku tau jalan hidup Anak tersebut dan Juga jalan hidup Ari, adalam memberiku pertobatan.

 

 

Aku bekerja dan tinggal di salah satu gereja di kota jakarta, aku bekerja sebagai pembersih gereja, aku mengikuti pelayanan disana, dan aku menyadari betapa kuasa Tuhan tidak terbatas dan tidak pernah terlambat.

 

Hingga sekarang aku Menjadi pendeta dan pemberita injil Tuhan.

 

[follow id=”@independent_cck” ]

SHARE
Previous articleKanal
Next articleberjalanlah
keep smile..

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY