Aku Menyetubuhi Puisiku

Aku Menyetubuhi Puisiku

568
0
SHARE

AKU MENYETUBUHI PUISIKU

 

menjelaga tubuhku pun aku rela

selamanya aku ‘kan tetap bersamanya

merajut melukis dikara ribuan aksara

dalam syahdu mendayunya belaian rima

 

…A…

…E…

…I…

…O…

…U…

logat desah rimaku padanya

tersaji berlarik-larik memain bahasa

hingga bergetar semesta tubuhku oleh nektar diksi-diksi

yang mengutuk hidupku hanya dia yang kudu di gilai

 

__”ah… kau sungguh bisa meluluhlantakkan imajiku”

“hingga aku benar-benar gila oleh senandung indahmu”

begitu ucapku, di bait tiga pada tubuhnya.

 

dan kini kuputuskan bercakap

antara kita harus berucap ijab

kau harus bisa bertanggungjawab

atas apa-apa yang tlah kau ungkap

agar di antara kita tiada pernah senyap

apa lagi sampai lenyap

 

sekarang coba kau pandang ronaku

perhatikan setiap detak nadiku

dan rasakan gelagat aliran hangat napasku

nah, semua itu adalah tentangmu

semburat adiluhung tubuhmu

 

maka dari itu

izinkan aku menyetubuhimu selalu

bersatupadu tanpa ada sekatan jemu

melumat lembaran diksi yang tersuguh

hingga ajal yang memisahkan kau dan aku

 

dan di bait tubuhmu yang terakhir

kembali kuingatkan  bahwa kita harus berikrar

ikrar setia sepanjang zaman

“apapun yang terjadi kita harus selalu bergandengan”

“apapun yang terjadi kau harus rela disetubuhi setiap detak waktu berjalan”

“karena kau wahai puisiku, adalah pengontrol batin kala aku di terpa kegundahgulanaan”

 

==O.o.O==

Bengkulu, 30 Maret 2014

LIPUL EL PUPAKA – #PENAILUSI

AKTIVIS FAM INDONESIA

IDFAM2015M

SHARE
Previous articlePuisiku Satire Peraturan
Next articleSENYUM DARI KASTA YANG (KADANG) TERLUPAKAN
a.k.a Pena Ilusi - Writer - Founder & CEO of @bukutang - Penulis Buku Membungkam Priayi! "Guratan Impian dan Pembuktian Pena Ilusi" (Penerbit Pena Nusantara, Mei 2014), Romantika Cinta: Selaksa Bahasa Asmara (Penerbit Alif Gemilang Pressindo, Juli 2014) - terkutuklah semua yang ada dibumi, termasuk dirimu yang membaca diriku :)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY