DI TUBUH MU’ALLAQAT dan MUFADDALIYAT

DI TUBUH MU’ALLAQAT dan MUFADDALIYAT

562
0
SHARE

DI TUBUH MU’ALLAQAT dan MUFADDALIYAT

Karya : Pena Ilusi

/-/

: Di tubuh Mu’allaqat dan Mufaddaliyat

Aku tersudut di pojok bumi yang maha luas.

Menyaksikan mimpi semua insan menjadi nyata.

Lalu aku terlolong, menapaki udara yang kian parau menghunus tenggorokanku yang tak mampu lagi berucap apalagi menjerit.

Memanggil mimpi dan khayalku yang terus menghilang.

/-/

: Di tubuh Mu’allaqat dan Mufaddaliyat

Mendapatiku teronggok dengan kebodohan, kenaifan dan kesiaan.

Menyadariku ada hanya dalam kegagalan dan tak berpengharapan.

Aku tak dapat mendaki, karena bukit itupun tak pernah ada.

Aku terengah menyusuri jalanku yang ternyata hanya gumpalan kabut menengadah langit.

Bayanganku lumat terbakar oleh kekuatan matahari.

Angin merepihku dan kemudian berlayar seraya membawa gunungan mimpi dan khayalku.

 

Pada ilusi ruang klise, sayapku tak dapat terbang, karena memang dia tak pernah ada.

Kakiku tak dapat menapak, karena dia sudah lumpuh sejak lama.

Hanya tangan lelahku yang terus bergerak untuk menggapai, mengepak dan melangkah.

Namun kegagalan dan selalu kegagalan yang dia raih.

/-/

: Di tubuh Mu’allaqat dan Mufaddaliyat

Aku tersudut di pojok bumi yang maha luas.

Meringkuk tangis telanjangi diri mensyukuri kehinaan pada sisa makhluk akhir zaman atasku.

 

Bengkulu, 31 ‎Desember ‎2013

Puisi ini pernah dimuatkan di Koran Riau Hari Ini (RHI) edisi 10/2/2014

 

SHARE
Previous articleKala Cinta di Dusta
Next articleTarian Naga Malam
a.k.a Pena Ilusi - Writer - Founder & CEO of @bukutang - Penulis Buku Membungkam Priayi! "Guratan Impian dan Pembuktian Pena Ilusi" (Penerbit Pena Nusantara, Mei 2014), Romantika Cinta: Selaksa Bahasa Asmara (Penerbit Alif Gemilang Pressindo, Juli 2014) - terkutuklah semua yang ada dibumi, termasuk dirimu yang membaca diriku :)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY