Jomblowati

Jomblowati

521
0
SHARE

dia sudah tiga puluh dua

tetapi belum juga berdua

dan di parasnya yang porselin

kulihat musim perlahan bersalin

 

ketika kutanya kekasihnya siapa

dan dimana gerangan dia berada

bibirnya tipis menggaris senyum

enggan seperti luka yang dikulum

 

ketika kutanya ada apa

dia hanya diam menatap saja

tetapi ketika aku terus mendesak

dia menjawab setelah tertawa ngakak:

 

jangan tanyakan tentang kekasih

karena aku cuaca yang beralih

bianglala di cakrawala telah pudar

lautan yang dulu kini tenang tawar

 

sudah jangan bertanya lagi

temani saja aku semalaman ini

tolong tuangkan lagi segelas

tetapi jangan padaku kau berbelas

 

toh, kita bersama takkan lama

dan kau hanya salah satu nama

kebetulan tubuhku rindu berbincang

dalam seru percakapan di ranjang

 

selanjutnya adalah sentuhan lembut

yang saling menyahut, saling menyambut

hingga datang gempa mengguncang gempar

dan sepasang mata bersitatap nanar

 

astaga, dia sudah tiga puluh dua

tetapi tetap seperti kanak yang menolak tua

dan di parasnya yang porselin

kulihat musim telah jadi lain

 

==O.o.O==

Bengkulu, 18 Maret 2014 

SHARE
Previous articleDik, Berhentilah Menangis!
Next articleCinta-Nya Maha Cinta
a.k.a Pena Ilusi - Writer - Founder & CEO of @bukutang - Penulis Buku Membungkam Priayi! "Guratan Impian dan Pembuktian Pena Ilusi" (Penerbit Pena Nusantara, Mei 2014), Romantika Cinta: Selaksa Bahasa Asmara (Penerbit Alif Gemilang Pressindo, Juli 2014) - terkutuklah semua yang ada dibumi, termasuk dirimu yang membaca diriku :)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY