Puisiku Menyeru

Puisiku Menyeru

414
0
SHARE

__ wahai jiwa,

menangislah ke Arsy Tuhan

tuang air mata ratapan perlahan

biar ia masuk ke cawan senyap relung iman

 

di sini kita selamanya tak bisa terasing

dari bising,

desing,

dan lengking sekeliling

karena jiwa kita adalah merpati di atas puing-puing

 

di sini kita tak pernah luput dari-Nya

selamanya kita mendambakan kembara

yang telah terlalu lama dibakar cinta membara

selalu rindu pada surga-Nya di sana

maka pekikkan tangis kepada-Nya

 

O… tangis, menangislah;

menangislah ke Arsy Tuhan

biar rapi jiwa raga berbeledu

dengan belaian lembut kasih-Nya

 

O… tangis,

menangislah ke Arsy Tuhan

karena tiada daya dan upaya

kecuali atas ridho-Nya.

 

==O.o.O==

Bengkulu, 13 Maret 2014

 Aktivis FAM Indonesia

kolom-surga-bagi-si-ahli-maksiat-1028_l

SHARE
Previous articleTakdir, Pertanyakan lagi
Next articleTentang Kita, Rindu dan Malam Yang Biru
a.k.a Pena Ilusi - Writer - Founder & CEO of @bukutang - Penulis Buku Membungkam Priayi! "Guratan Impian dan Pembuktian Pena Ilusi" (Penerbit Pena Nusantara, Mei 2014), Romantika Cinta: Selaksa Bahasa Asmara (Penerbit Alif Gemilang Pressindo, Juli 2014) - terkutuklah semua yang ada dibumi, termasuk dirimu yang membaca diriku :)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY