Sajak Belasungkawa

Sajak Belasungkawa

1058
0
SHARE

Angin memucat dalam senja lembayung

pohonan tunduk berpayung mendung

kuntum dan putik berluruhan berpusing

dari ranting tua rapuh dan kering.

 

Tak ada kur kanak-kanak lantang bernyanyi

hanya sederet unggas terbang berarak sunyi

di cakrawala barisan ruh leluhur melambai menanti

memanggil jiwa yang letih pulang kembali.

 

Maka malamnya purnama pun bertudung

dan burung kelam bersenandung murung

setelah sekian nama hilang dan mati

esok pagi giliran siapa lagi.

 

==O.o.O==

Bengkulu, 02 April 2014

LIPUL EL PUPAKA
AKTIVIS FAM INDONESIA

SHARE
Previous articlePenghuni Senayan
Next articlePagi
a.k.a Pena Ilusi - Writer - Founder & CEO of @bukutang - Penulis Buku Membungkam Priayi! "Guratan Impian dan Pembuktian Pena Ilusi" (Penerbit Pena Nusantara, Mei 2014), Romantika Cinta: Selaksa Bahasa Asmara (Penerbit Alif Gemilang Pressindo, Juli 2014) - terkutuklah semua yang ada dibumi, termasuk dirimu yang membaca diriku :)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY