Sajak Mengenang Tragedi Mei 1998

Sajak Mengenang Tragedi Mei 1998

2900
6
SHARE

SAJAK MENGENANG TRAGEDI MEI 1998

Karya : Pena Ilusi

 

Meriau mendung menutup matahari

Hawa angkara menutup mata hati

Iri dengki dan dendam benci

Adalah jahannam dalam dada insani

 

Bagai air membanjiri desa

Begitulah pula api menjalari kota

Bagai cobra merayapi belukar belantara

Begitulah pula sangka-sangka menulari benak manusia

 

Dari atas dan bawah siksa-ria membahana

Di kelilingi pertikaian dan pemerkosaan seru membara

Lapar dan takut menyatu dalam balutan busana

Setia menyelubungi segenap raga dan sukma

 

Napas-napas cemas menghembus

Khawatirkan akan peluru panas menembus

Bumi ini macam bumi yang tandus

Hati manusia macam hati yang hangus

Mendamba angin sejuk nan sayu berhembus

Menanti rintik hujan turun dari surga firdaus

 

Waktu itu adalah waktu kerusuhan

Darah-darah deras bercucuran

Nyawa-nyawa telah dipersembahkan

Di altar agung telah dibakar korban-korban

Yang kini tinggal ratap sesal dan harap-harapan

 

Ba’da fajar menempuh malam

Rimba-rimba terbakar semusim pun padam

Bibit benih tersisa masih melamun terpendam

Menanti bersemi dan mekar dari rahim suci lingkaran alam

 

==O.o.O==

Bengkulu, Mei 2014

Sumber foto : sukutionghoa.blogspot.com dan merdeka.com

6 COMMENTS

LEAVE A REPLY