Simfoni Akhir Maret

Simfoni Akhir Maret

522
2
SHARE

sabak memang menghampiri bagai helai-helai tirai tua

mengandung tanya kemurungan di setiap lipatannya

tetapi geriap cahaya tak terbendung sinarnya

meskipun cakrawala lindap bagai pelupuk perempuan tua

 

mengembung oleh sisa kantuk persetubuhan malam

rebahkan tubuh yang lelah pada empuknya kasur hitam

kelam ini sebentar dan tak mungkin abadi

tak lama lagi kabut kan selesai

dan akan dijumpai senyum meringai

 

meski pelangi yang dikenal beserta seri bunga-bunga

tidak basah gemerlap oleh basuhan hujan

tapi lihatlah mereka yang telah bersiapan

tetap semangat untuk sebuah pesta

 

__: Hei, kawan…

tentu, segalanya akan berputar lagi

yang pahit dan lalu yang manis,

pastilah berlalu.

pun selalu begitu.

 

==O.o.O==

Bengkulu, Maret 2014

SHARE
Previous articleSenandung Sekeping Keheningan
Next articleMatahari
a.k.a Pena Ilusi - Writer - Founder & CEO of @bukutang - Penulis Buku Membungkam Priayi! "Guratan Impian dan Pembuktian Pena Ilusi" (Penerbit Pena Nusantara, Mei 2014), Romantika Cinta: Selaksa Bahasa Asmara (Penerbit Alif Gemilang Pressindo, Juli 2014) - terkutuklah semua yang ada dibumi, termasuk dirimu yang membaca diriku :)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY