TAHAJUD MAHABAH DUA INSAN

TAHAJUD MAHABAH DUA INSAN

1938
0
SHARE

TAHAJUD MAHABAH DUA INSAN

Puisi Kolaborasi (1) : Dwi Risti Rahayu dan Pena Ilusi

 

Lagu sendu musim gugur telah mengundang

Di atas angin dedaunan pun sibuk berdendang

Berjatuhan menapaki tanah lapang

Lalu nada-nada khas ayatMu kulantunkan

Hingga menyiram nurani penyejuk indraku

Dan aku lantas bergumam atas semua itu:

Oh… Tuhan, betapa indahnya ciptaanMu

 

Malam pun jadi saksi diriku bergumam

Ketika gurau mulai bungkam dijejali malam

Hiruk-pikuk insan yang tadinya riuh itupun terlelapkan

Namun aku, kuangkatkan badan, dan—

Terjaga dalam selaksa keheningan

Mencecahkan diri ke sajadah pangkuan Tuhan

Di ruang kedap yang menuntun diri penuh kekhusyukkan

Nyaman dalam balutan khalis yang kukenakan

Aku pun sedu-sedak dalam pengaduan

Tuhan… Tuhan… Tuhan…

 

Hening malam kian menjamu

Menemani diri dalam mengadu

Tak berbesit sepatah kata pun tuk menjemu

Aku larut dalam kidung suci merelung syahdu

Atas rasa yang kini singgahi jiwaku

Atas rasa yang kini membuatku memohon restu

 

Ini Tuhan… ini yang ingin aku kadu

Bahwa aku terpincut paradigma rasa cinta pada insanMu

Rasa cinta yang berhari-hari semakin menggebu

Rasa cinta yang diharapkan jadi penuntun ke titah firmanMu.

Meskipun paradigma itu belum pantas kunamakan cinta

Namun hasratku sebagai insan betapa ingin merenggutnya

Agar menjadi pengingat tuk jalani titahMu menuju baqa

 

Pada malam yang masih setia memboncengi pagi

Dan siang masih lama menghampiri

Kidung-kidung suci pun terus ku-ucapi

Ilah… Ilah… Ya Ilahi Rabbi

 

atas nama cinta yang membawaku larut di kaki malam ArsyMu

atas peran hidupku yang mempercayai asma agungMu

hanya padaMu-lah aku berserah diri

menggubah mahabah yang kini terpatri

dalam takaran napas yang masih sama setiap hari

 

Oh… Tuhan yang Mahatahu segala

Meski paradigma itu belum pantas kunamakan cinta

Namun aku masih ingin merenggutnya

Tetap teguh memperjuangkannya

Menjalani sesuai batasan norma yang ada

Hingga kelak rasa itu merenggut kehakikian cinta padaMu; Sang Pencipta

 

Wahai… segenap penjuru cinta termaktub

Aku menginginkan hadirmu dalam hidup

Jadi penuntun ke fitrah-Nya tanpa redup

Maka dari itu biarkan kau terus kuhirup

Dan kemarilah bersamaku kau jalani hidup

 

==O.oO==

 

(DRR-LEP) Bengkulu, 11-12 April 2014

SHARE
Previous articleBeginilah Aku Kepadamu
Next articleSUMUR TUA
a.k.a Pena Ilusi - Writer - Founder & CEO of @bukutang - Penulis Buku Membungkam Priayi! "Guratan Impian dan Pembuktian Pena Ilusi" (Penerbit Pena Nusantara, Mei 2014), Romantika Cinta: Selaksa Bahasa Asmara (Penerbit Alif Gemilang Pressindo, Juli 2014) - terkutuklah semua yang ada dibumi, termasuk dirimu yang membaca diriku :)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY