KAMPUNG HALAMAN

KAMPUNG HALAMAN

538
0
SHARE

Disitulah, di jalan itu

yang berkelokkelok hijau

yang pinggirannya dipagari pohon adas

yang udaranya harum

oleh perawanperawan sehabis mandi

di kali jernih

dulu aku lahir dari rahim bunda

lalu belajar kasih mengasihi

seperti keluarga burung

yang bersarang di pohon

tepi makam

 

O, kampungku

kampung halamanku

lamalah sudah kurasai

aku tak menjengukmu

ada rindu yang begitu

 

ingin segera pulang

dari perjalananku

mencium kembali

udara harummu.

 

SHARE
Previous articlecinta yang terabaikan
Next articlepenyesalan tiada arti
"Berpuisi sesungguhnya mencoba mengerti setiap helaan nafas yang dianugerahkan. Memerdekan jiwa ke dalam setiap baitnya." _Darma

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY