MEI I

MEI I

398
0
SHARE

Kasih.

sampai aku di bulan mei kita

aku ingat kelopak mawar rekah

bibir tipis yang selalu basah

dan degup jantung

yang kau buat guncang tak karuan

 

Kasih.

sampai aku di bulan mei kita

aku teringat pohon maghoni

tempat istirah para petani

lalu kita, pertama kali mengulas senyum

tak karat ingatan

setelah menahun

 

ini adalah bulan mei ke tujuh

sudah berlumut kolam

capungcapung beterbangan di atasnya

sudah kawin. entah yang keberapa

 

lalu bagaimana harus kuceritakan padamu

bahwa aku rindu

saatsaat seperti dulu

di bawah pohon maghoni

pertama kali kita bertemu.

SHARE
Previous articleSEMENTARA AKU MENULIS PUISI
Next articleIbu
"Berpuisi sesungguhnya mencoba mengerti setiap helaan nafas yang dianugerahkan. Memerdekan jiwa ke dalam setiap baitnya." _Darma

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY