SURAU TUA

SURAU TUA

810
0
SHARE

gubuk berlumut kerut

terpancang karang berbalut kusut

hamba pejam setajam pedang

melaut memutar kalam

kala subuh dingin menggigit ari

 

disini jati diri

disini nur Ilahi

kembali aku berdiri

menatap matahari

di ujung belati.

SHARE
Previous articleBULAN MERAH
Next articlePertemuan Kita (I)
"Berpuisi sesungguhnya mencoba mengerti setiap helaan nafas yang dianugerahkan. Memerdekan jiwa ke dalam setiap baitnya." _Darma

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY