Ingin dan Sederhana

Ingin dan Sederhana

703
0
SHARE

Aku Ingin

Sapardi Djoko Damono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada

 “aku ingin mencintaimu dengan sederhana..”

Sederhana menurut KBBI itu bersahaja, tidak berlebih-lebihan. Yang dimaksud mungkin dia mencintai seseorang  itu tanpa rasa nafsu semata, dan ada kata “ingin” mungkin yang dimaksud hanyalah niat menyampaikan perasaan tanpa mengharapkan balasan. Sesuatu yang belum terjadi.

“dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api…”

“tak sempat..” adalah penyesalan

Kayu adalah sosok dia dan api adalah sosok seseorang itu. Dia ingin mengindari kata penyesalan atas perasaan cinta yang dia rasakan.

“yang menjadikannya abu…”

Abu : sisa yg tinggal setelah suatu barang mengalami pembakaran lengkap

Maksud abu disini adalah ”kita”, dapat dilihat dari dia sebagai kayu dan seseorang itu adalah api, seperti hasil dari pembakaran yang sempurna  yaitu kata “kita”

Abu disini adalah menyatu, akhir bahagia

“dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan  yang menjadikannya tiada”

Sama halnya seperti kata “dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu”

Disini sosok dia hanya ingin memberitahu pasti akan perasaannya hingga berujung kepada kata bahagia. Maksudnya, awan disini adalah awan mendung hingga terjadi hujan sebagai bentuk kebahagiannya.

Kesimpulannya adalah, dia yang hanya ingin sederhana mencintai seseorang tidak berdasarkan nafsu semata ataupun rasa agresif, tetapi dia hanya “ingin”, belum tentu bisa dan terucap. Bahkan dia merasa dia hanya ingin menghindari kata penyesalan, dan hanya ingin melihat akhir kebahagiaan  seperti penyatuan kayu dan api menjadi abu dan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada. Dan itu semua masih “ingin”

Teruntuk Bapak Sapardi Djoko Damono,

Semoga tuhan memberikan kesehatan kepada bapak…

Karena sang pena telah rindu menari diatas kertas, dan kami masih haus akan karyamu…

Tetap semangat pak, lekas sembuh, dan lahirkan karya karya indahmu.

 

 

 

 

 

 

 

SHARE
Previous articlePetuah Embun Pagi
Next articleHUJAN

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY