Beginilah Aku Kepadamu

Beginilah Aku Kepadamu

5211
2
SHARE

Hanya satu tahun.
Baru lewat satu tahun sejak aku mengenalmu. Pertama bertemu dan pertama berkenalan, adalah dihari menjelang ulang tahunku.
Saat itu, hatiku benar-benar dapat digambarkan dengan lagu yang selama ini aku sering dengar.
19 September 2012, pertama kalinya aku berjabat tangan denganmu, aku hanya dapat mengembangkan senyum terbaikku kepadamu.

Hari berganti menjadi minggu. Minggu dengan cepat berlalu menjadi bulan.

Aku semakin dekat denganmu, bahkan beruntung bisa menjadi kekasihmu.
Kita pernah rasakan hal-hal indah yang dulu kita anggap remeh, sekarang menjadi sebuah kenangan yang sangat aku rindukan. Tentang hal-hal yang membuat kita tertawa.

Dan tahukah kau semenjak kepergianmu?
Ini membuat aku membencimu. Tapi aku juga mencintaimu. Amat mencintaimu.

Aku benci hari-hari dimana aku gelisah menunggu sms-sms bodohmu. Dan kalaupun sms-sms bodohmu itu masuk, hal yang kulakukan juga pasti amat bodoh.
Aku pasti akan bangun dari posisiku dan menggenggam erat handphone-ku. Membaca kata demi kata dengan pasti, mencernanya dalam diam. Mencari kata balasan yang tepat, kata-kata yang mampu membuatmu tersenyum atau bahkan tersanjung. Karena kalau salah sedikit saja, kau bisa pergi lagi dariku. Itulah pengandaianku.
Tapi bukankah itu bodoh sekali? Bahkan sms-mu tak pernah lagi ada.

Aku kecewa karena aku hanya bisa marah dan ngambek,

Aku bingung dengan sikapmu yang seolah memberikan aku sebuah isyarat.
Aku tidak tahu. Apakah itu memang sudah sifatmu, apakah itu sindiran, atau…
Apakah aku yang mengartikannya sesuai dengan harapanku yang amat bodoh itu?

Apakah sikap manja yang selama ini kau tunjukkan kepadaku itu hanyalah salah satu wujud keisenganmu padaku?
Apa kau hanya bercanda ketika kau menyandarkan kepalamu dipundakku?
Atau apakah lagi-lagi aku mengartikannya sesuai dengan harapanku?
Aku benar-benar tidak tahu.

Aku bosan ketika tanpa sadar aku terus memikirkanmu sebelum tidur.
Aku merasa darahku mengalir keseluruh tubuhku, mengalir dengan cepat.
Seirama dengan detak jantungku.

Dan ketika aku bermimpi, aku benci ketika kau selalu hadir dalam tiap mimpiku.
Kapan kau bisa membiarkanku tidur dengan tenang?

Aku kesal ketika pikiran dan hatiku harus menjadi musuhku.
Aku mendengar pikiranku berteriak dalam kepalaku, “Jangan bermimpi! Sikapnya itu hanya palsu kepadamu, apa itu yang kausebut dengan cinta?”
Sedangkan hatiku turut berbicara, “Percayalah apa yang kau percayai. Jika kau mempercayainya, maka itu akan menjadi nyata.”

Aku mencari-cari kesalahanmu, sekecil apapun itu.
Karena aku takut jika kau benar-benar menjadi seseorang yang sempurna bagiku,
maka aku…
Aku akan benar-benar selalu dan hanya mencintaimu.

Sungguh, aku benci harus jatuh cinta setiap hari padamu.
Segala perasaan yang kuutarakan padamu, hanya kau jawab dengan gelagat cuek dan tentu saja menyebalkan.
Aku ingin kau jujur dan beri jawaban.
Karena aku tau kau pasti sadar, kau mengerti dan kau juga yakin…
Bahwa aku sangat takut kehilanganmu.

 

[author image=”http://4.bp.blogspot.com/-6WwNuw-umaY/U0KyJ7GI-3I/AAAAAAAAAv0/6NZX_yWWhpE/s366/DSC_0491.JPG” ]Nona Nada Damanik. Virgo. Masih 16 Tahun. Sanguin. Manis dan menarik. Author di: http://nonadmk.blogspot.com[/author]

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY