Still Love You – Lara Hati

Still Love You – Lara Hati

609
0
SHARE
BG-Rental-Kika-Web

Jatuh cinta bisa bertahun-tahun mengendap dihati seseorang. Begitu juga denganmu, dia dan siapapun.
Lalu jika cinta benar-benar jatuh diantaranya, apakah setelah itu selesai? Cinta membutuhkan uji coba, seberapa dalam dan seberapa kuat dirimu menghadapinya.

Maaf dan terimakasih atas segala cinta yang tak pernah luput kau beri. Pertemuan denganmu adalah sebuah hal yang selalu kutunggu dari dulu semenjak kepergianmu. Tentangmu, tentang waktu dan segala tungguku. Aku masih mencintaimu.
Dengan sukarela, tanpa diminta…

Rasa takut kehilanganmu,

Kini menjelma menjadi nyata.

Ku tak bisa menghindar,

Mungkin cintaku tlah usai.


        Langit perlahan mulai bergegas untuk mencurahkan hujannya. Langit yang cerah itu kini berubah menjadi gelap. Aku segera bergegas ke dapur, membuat secangkir coklat hangat untuk menghangatkan badanku, aku menyeruput coklat ini perlahan sambil menatap rintik hujan yang berjatuhan. Pikiranku telah membawa diriku terbang, memutar semua kejadian lampau bersama orang yang aku cintai.

 

♥ ♥ ♥ ♥

Flashback (ON)

 

        Hari itu aku sangat terburu-buru, aku terlambat pergi kesekolah. Aku tak mempedulikan jalanan disekitarku. Ditengah kegelisahan dan kepanikanku, aku teringat sesuatu! Buku tugasku!!! Sepertinya ketinggalan dirumah. Dipinggir jalan, aku membuka tasku, mencari-cari buku bersampul oranye itu. Tiba-tiba….

“AWAAASSS!!!!” suara seseorang beserta dengan suara klakson mobilnya telah membuat telingaku ini berdengung. Aku menoleh kebelakang secara refleks, bahkan aku sama sekali tak menyadari apa yang terjadi. Seseorang telah mendorongku ke trotoar! Karena kepalaku terantuk batu, aku mengalami yang namanya PINGSAN PERTAMA. Ya, seumur hidupku baru kali inilah aku pingsan.


        Beberapa saat kemudian, aku mulai tersadar dari pingsanku tadi. Mataku terbuka perlahan walaupun sedikit berkunang-kunang. Aku melirik kesamping, ada seorang laki-laki duduk dikursi sebelah kasurku. Ia mulai tersenyum.

“Akhirnya kamu sadar juga” gumam laki-laki yang tak kukenal itu.

“Aku dimana?” lirihku sambil memegang keningku yang dibalut dengan plaster.

“Kamu lagi dirumah aku. Tadi kamu hampir aja ditabrak mobil, terus aku dorong kamu ke trotoar, dan malah kepala kamu yang kejedut batu, sampai pingsan pula. Yaudah, aku bawa aja kerumah” jelasnya.

“Oh iya, namaku Angga” lanjutnya.

“Aku Givella”

“Nih aku udah siapin makan siang buat kamu” Angga mengambil bubur yang terletak diatas meja disebelah kasur.

Tunggu dulu! Makan siang? Siang? Jadi ini udah siang? Astaga! Kulirik jam tanganku dan ternyata jam menunjukkan pukul 13.12. OMG! Aku sudah lama pingsan. Dan parahnya lagi, aku tidak hadir kesekolah. Padahal hari ini ujian, dan aku juga tak mengumpulkan buku tugasku.

“Nih dimakan dulu” kata Angga.

“Nggak usah, makasih. Aku harus pulang nih…” aku beranjak dari kasur, tetapi belum sempat aku berjalan, Angga menahanku.

“Eh..eh.. Tunggu!” serunya.

“Ya?”

“Biar aku anterin kerumah ya?”

“Gak usah, ntar ngerepotin”

“Nggak kok. Gapapa ya? Yuk!” dia segera mengambil kunci motornya lalu berjalan keluar, sementara aku mengikutinya dari belakang.


Sesampainya dirumah…

“Angga, makasih ya…” ujarku ketika turun dari boncengan Angga.
“Ya, sama-sama”
“Oh iya, kamu sekolah dimana?”
“di SMA 3”
“So, tadi kamu bolos gitu?” tanyaku.
“Ya, mau nggak mau aku harus bolos hari ini”
“Aduh, jadi ngerepotin banget ya”
“Gapapa kok, masak aku biarin kamu nyaris ditabrak mobil. Kan gak manusiawi..”
“Hahaha, sekali lagi terimakasih ya Angga. Aku berhutang budi sama kamu”
“Ah biasa aja Vel. Kalo gitu aku pulang dulu ya.. Bye”

 

Kucoba tersenyum saat kau pergi

Meski lara hati menangis melepasmu

Andaikan kau tahu

Betapa aku masih mencintamu

 

♥ ♥ ♥ ♥

 

Flashback (OFF)

 

        Ya seperti itulah awal perkenalanku dengan Angga, sangat melekat dimemoriku. Entahlah, sejak kapan perasaan itu hadir kedalam hatiku. Ia adalah sosok yang selalu menjaga dan memberikanku perlindungan, selalu ada untukku, dan dia mampu membuatku nyaman berada didekatnya. Setiap hari kami lalui bersama, suka dan duka dihadapi bersama. Hingga akhirnya, aku memilikinya.

♥ ♥ ♥ ♥

Flashback (On)

 

“Halo Givella” sapanya di telepon

“Ya halo, Ngga”

“Ketemuan yuk, kamu bisa nggak?”

“Em, bisa. Dimana?”

“Di taman, jam 6 sore. Aku tunggu ya” seperti biasa, belum sempat menjawab dia langsung mematikan teleponnya. 

 

05:30 pm

“Aduh Givel.. Kamar kamu kok kayak kapal pecah? Baju berserakan dimana-mana! Kamu mau ngapain? Nyari apa?” pertanyaan bertubi-tubi dilontarkan mama. Sedangkan aku hanya diam, tak perduli dengan omelan mama. Yang penting aku harus mencari baju yang cocok untuk pergi nanti.

“Ngapain sih kamu?” tanya mama lagi.

“Nyari baju ma”

“Buat apa?”

“Givel mau pergi. Boleh ya maaa. Plis”

“Kemana?”

“Main sama temen ma”

“Yaudah, jangan pulang kemaleman ya”

“Iya ma”

 

Sesampainya ditaman…

“Hey, Angga. Udah nunggu lama?”

“Eh, Givel. Nggak kok, aku juga baru datang”

“Oh…” dan seketika suasana hening.

“Vel…”

“Ya?”

“Aku mau ngomong sesuatu” kata-katanya membuat hatiku berdebar, detak jantungku serasa tidak stabil. Terlihat di sorot matanya, tampaknya dia sangat gelisah.

“Iya, ngomong aja”

“Givella Azzahra, would you be my girlfriend?”

Dan aku tak bisa mengatakan apa-apa, rasanya bibirku sulit digerakkan. Aku menganggukkan kepalaku, mengiyakan permintaan Angga. Dia memelukku, kehangatan merasuk ketubuhku, menembus nadiku, mengalir didarahku. Semenjak itulah momen penting diantara kami terjadi. Aku mencintainya.

 

♥ ♥ ♥ ♥

Flashback (Off)

 

        Hari ini, tepat dimana hubungan kami menginjak usia 2 tahun. Aku tak merayakan bersamanya, karena dia sedang pergi camping 1 minggu, dan 2 hari lagi barulah dia pulang. Kembali lagi aku meminum coklat hangat ini, menepis semua kesepian, menemani dinginnya cuaca saat ini. Tiba-tiba ditengah derasnya hujan, aku melihat seseorang berlari kearahku. Sepertinya menuju rumahku. Semakin dekat, semakin dekat, dan dia Angga. Wait! Bukankah dia sedang pergi camping dan 2 hari lagi baru pulang? Kenapa dia datang kesini ditengah derasnya hujan? Aku penasaran, aku bangkit dari dudukku. Dia datang menghampiriku.

“Givel, i love you” kata-kata itulah yang ia sampaikan begitu dia sampai dirumahku, dia memelukku. Seketika kehangatan itu kurasakan.

“Angga kamu kenapa? Bukannya kamu lagi camping? Kamu kok bisa sampai kesini? Hujan-hujanan lagi”

“Apapun yang terjadi, aku cinta kamu”

“Hmm. Iya-iya Angga. Ayo masuk, kamu harus ganti baju. Kamu pake baju kak Agung aja dulu. Ganti dikamar aku aja. Aku nunggu diruang tamu ya”

Aku merebahkan tubuhku diatas sofa diruang tamu, bermaksud menunggu Angga menukar pakaiannya.

 

        Selang beberapa menit, handphoneku berdering.

“Halo Givel”

“Ya. Halo, ada apa Galuh?”

“Emm… Sorry ya Vel”

“Sorry kenapa?”

“Itu Vel, tadi kak Andre bilang ke aku kalau Angga kecelakaan…”

“Hah?”

“Kamu jangan sedih ya Vel. Angga meninggal”

“Ah ngaco kamu. Sekarang dia lagi dirumah aku kok, dia lagi ganti baju dikamarku”

“Kamu harus tabah Vel. Kalo kamu gak percaya, kamu ngomong sendiri sama kak Andre”

“Halo.. Givel?”

“Iya, kak”

“Kamu yang sabar ya Vel, kakak cuma mau ngasih tau kalau Angga kecelakaan, tadi siang pas kita lagi penelitian, Angga terpeleset dan jatuh dari tebing. Waktu ditemuin, dia udah nggak bernyawa lagi Vel”

“Nggak mungkin.. Ini nggak mungkin kak. Angga lagi dirumah Givel kok”

“Please kamu terima semua ini Vel”

Aku membanting handphoneku, dengan langkah ragu aku berjalan menuju kamarku dan membuka pintu kamarku. Dan… Tak ada siapapun! Aku menangis sekencang-kencangnya. Berharap semua ini hanya mimpi. Secepat itukah kamu meninggalkan aku? Beginikah caramu meninggalkanku? Angga, dimanapun kamu berada, aku tetap mencintaimu, still love you…

 

Ingin rasanya aku memelukmu

Tuk terakhir kali sebelum engkau pergi

Namun ku takut tak mampu

Menahan air mataku

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY