Apa yang Bisa?

Apa yang Bisa?

637
3
SHARE
BG-Rental-Kika-Web

Apa yang bisa membuatmu mengerti bahwa kau adalah satu-satunya bayang yang melintas dalam benak?
Aku mencari celah untuk keluar dari kebuncahan ini.
Kau terlalu menjerat.
 
Apa yang bisa membuatku tergugah?
Saat cinta tak lagi kumiliki, saat raga tak lagi berada disisi.
Tidak lagi bisa kutemukan cara untuk membungkam perasaan itu.
Setidaknya, untuk sementara saja.
 
Bagaimana bisa aku mencintaimu diluar pemahamanku?
Aku serba salah.
Berfikir bijak kadang tak membuahkan apapun.
 
Ironis, aku adalah wanita bodoh
Yang selalu memujamu dengan amat istimewa.
Apapun yang kaulakukan akan selalu tampak baik dimataku.
Sekalipun menyakitiku, memujamu tetap takkan menimbulkan jera.
 
Sekali lagi kutegaskan, bahwa aku adalah wanita bodoh.
Yang salah mengambil langkah sejak awal.
Aku menyediakan ruang terlalu banyak untuk mengagumi, memuji, mencintai, dan mengharap.
Hingga aku tak menyediakan sedikitpun ruang untuk kecewa.
Maka beginilah.
Mau tak mau, kekecewaan harus mendobrakku dengan begitu keras. Menampar. Memukul. Dan menerjang tak terduga.
 
Apa yang bisa kulakukan?
Untuk mencapaimu kembali. Untuk merangkummu sekali lagi.
Kau nyata dalam bayang. Kau lekat dalam ingat.
 
Kita berada dalam sebuah antonim besar.
Namun didalam itu semua,
Aku memiliki setitik cinta gigantisme untuk sebuah nama.
 
Kau adalah satu-satunya polutan yang kudapati merusak jiwa.
Namun aku percaya, aku yakin, dan aku sadar.
Aku mencintaimu!
Sejak pertama kau melempar senyum,
Sejak pertama kita berjabat tangan,
Sejak pertama kau daratkan kecupan ringan,
Sejak pertama kau memanggilku ‘cinta’,
Sejak pertama kau mengenalkanku pada duniamu.
 
Kau membiarkanku terlena tanpa mengajariku berpikir.
Berpikir lebih jauh tentang resiko.
Membuatku lupa diri.
Terlengah diri untuk hanya mencintaimu saja.
 
Biarlah bergemuruh rindu ini.
Biarkan ia mengalahkan amuk ombak saat pasang.
Takkan pernah surut rindu itu meski habis senja.
Dan biarkan ia kubawa terbang ke asa ku.
Dengan berjuta sayap malaikat,
Menembus kabut kalbu yang pekat hitam.
 
Biar kudekap rindu ini.
Biarkan ia terlayang bersama cintaku yang tak kenal bosan.
Akan kukenalkan bahagia kepadanya lewat mimpi.
Mimpi yang menghancurkan duka rindu si empunya.
Takkan hancur bahagia itu meski topan memulas.
Dan akan kubawa merebah bahagia itu.
Dibawah alunan simfoni senja yang damai.
Dengan lindungan cinta yang rindang.
Yang akan menemaniku menulis selembar roman untukmu.
Roman yang tercipta hanya untuk memujimu dalam kagum.
 
Aku bahagia bersama tindihan derita yang terlukis karena cinta.
 
[divider]
kunjungi juga blog penulisnya di: http://nonadmk.blogspot.com

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY