Senja dan Malam by Nona Nada Damanik

Senja dan Malam by Nona Nada Damanik

746
0
SHARE

Selamat malam sayangku.
Apakah tadi kau melihat senja? Kalau iya, apakah kau memperhatikannya?
Tidakkah senja itu mengingatkanmu kepada sesuatu? Semoga ingat. Dan kalau iya, pasti itu berkaitan dengan “kita”.
Inginkah kau kubantu untuk mengingatnya? Kalau iya, baiklah. Akan ku mulai.
 
Sayang, kau pasti ingat.
Kita pernah berdua dibawah naungan senja kemerahan yang menyilaukan.
Tawa milik kita berdua. Ingatkah kau canda kita?
Atau ingatkah kau tangis bagi bersama?
Sedu sedan bahagia dan darah janji setia. Apakah kau tiada ingkar, sayangku?
 
Aku berlari, berupaya menghindar dari ingatanku padamu. Nafas terhenti. 
Namun kusadar, ada yang salah. Jiwaku telah rapuh sayang.
 
Sayang, kau tahu…
Gemintang malam ini, bersinar dan berkedip.
Indah, bukan? Sama indahnya dengan sinar dan kedipan matamu.
Sial! Aku mencoba menghindar lagi malam ini.
Hanya karena bintang itu membuat ingatanku padamu.
 
Terkadang aku mencoba berlari. Namun kutahu, berlari dari kenyataan hanya membuatku rapuh.
Aku paham segala resikonya. Amat paham.
Namun ironinya, aku memang tidak sanggup untuk melangkah tenang.
Begitu gusar diriku disebabkan oleh cintaku padamu.
Aku ingin kita bersama lagi, menggapai awan dan melangkah dengan cinta.
Sayang, tahukah kamu sesuatu?
Aku merindukanmu.
[divider]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY