Kesederhanaan

Kesederhanaan

1923
0
SHARE

Aku Ingin.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikanya abu.
 
Aku ingin mecintaimu dengan sederhana:
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
 
Sapardi Djoko Damono
 
Barangkali hanya Sapardi yang mengetahui makna sebenarnya dari puisi di atas, dan saya sebagai pembaca hanya bisa menerka maknanya. Dan yang pasti puisi Sapardi di atas begitu sederhana dan indah.
 
1. Dari diksi, Sapardi memilih menggunakan kata-kata sederhana lalu dipadu-padan dengan bunyi yang indah. Perihal bunyi, saya menekankan pada baris terakhir di masing-masing bait:
 
Kayu kepada api yang menjadikanya abu.
 
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
 
Di sini terasa suasana yang pilu/syahdu, terlihat dari penggunaan unsur; -ng dan -ny. Tapi ada juga penggambaran rasa cinta, terlihat dari pengguanaan vocal a, u dipadu-padan dengan konsonan b, d.
 
Dari sini, menurut saya puisi Sapardi ini menggambarkan suasana batin yang penuh rasa cinta yang diikuti sebuah pilu/syahdu. Bukankah cinta memang selalu syahdu untuk dirasa?
 
2. Mencintai itu sederhana, tak dibuat-buat, tak dilebih-lebihkan, alias pas di satu titik yaitu kesederhanaan. Dalam sebuah cinta, akan ada kepasrahan atau penyerahan diri. Aku telah melebur menjadi kita. Dan di sini, Sapardi menggunakan perlambang:
 
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikanya abu.
 
Mungkin sepintas, akan terbaca dan termaknai egois (api membakar kayu), tapi di sinilah kecerdasan Sapardi. Pada saat kayu telah habis terbakar, api juga padam. Api dan kayu lalu menyatu menjadi abu. Ini adalah sebentuk cinta yang sederhana.
 
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
.
 
Awan dan hujan. Ya, hujan tercipta dari awan. Jika tak ada awan, tak akan ada hujan. Awan akan bermetamorfoasa menjadi hujan. Di sini, makna sederhana lain dari cinta. Aku adalah dirimu, aku menjadi dirimu.
 
Dan sekali lagi, Sapardi menegaskan cinta adalah penyerahan diri dan penyatuan diri seutuhnya dengan yang dicinta: kesederhanaan.
 
——–
 
 
Mungkin seperti ini makna yang saya tangkap saat ini dari puisi ‘Aku Ingin’ karya Sapardi Djoko Damono. Barangkali makna yang ingin disampaikan penulis bukan seperti ini, bisa saja, namanya juga tafsir, heuheu.
 
Dan saya banyak belajar dari puisi-puisi beliau. Sebagai tambahan, saya ingin menyampaikan doa untuk beliau, semoga segera sembuh dan senantiasa diberikan kesehatan. Karya beliau begitu sederhana tapi luar biasaaaaaaaa!
 
 
*sumber gambar: antaranews(dot)com
 
Jepara, 31 Mei 2014
 
 
 
 
 
 

Pencarian:

  • puisi kesederhanaan aku
  • puisi tentang kesederhanaan

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY