Pagi tertinggal jauh di ujung timur
seiring perjalanan mengejar rembulan 
roda-roda besi menyisakan suara dengan irama bagaikan nyanyian air terjun
Keremangan senja terbelah pilar-pilar cahaya yang terseret angin
 
Bayangan wajah yang pernah melintas itu kini membatu di hati
menjadi tumpuan bagi mereka yang tersesat jalan pulang
bagaikan teratai yang mengapung indah di tengah danau yang biru
selalu menyita setiap mata yang melintasinya
 
Sebuah kata indah yang hanya kau dan aku yang tahu
tertulis di sebuah batu yang hanya kaulah yang bisa menghapusnya
keheningan  alam ini membunuh jiwa yang jauh terlempar dari alamnya
Dan aroma teratai ini mengunci tiap sendi penciuman terhadap aroma lain di bumi ini
 
 
Teratai, jangan takut layu karena akulah air yang akan mengisi danaumu
 
 
untukmu teratai..!
 
 
 
 

Share this
5
Average: 5 (1 vote)