Kehidupan Yang Singkat

Kehidupan Yang Singkat

560
0
SHARE

Suatu hari, hiduplah seorang gadis yang bernama Lilly Bouse yang sering disapa lilly, lilly adalah gadis yang cantik, baik tapi terkadang dia sangat keras kepala dan selalu cuek dengan apa yang ada di depannya. Suatu hari lilly berangkat ke sekolah untuk menghadapi ujian terakhir, saat dia selesai mengerjakan ujian itu lilly merasa takut dan selalu berkata “aduh, bagaimana ya nanti hasilnya, aku akan dapat nilai berapa ya? Terus masuk ke universitas mana ya aku?”. Beberapa minggu pun telah berlalu, dan besok adalah pembagian hasil kelulusan.  “bu, yah, kalian benar kan akan datang ke pembagian kelulusanku?” tanya lilly dengan penuh harapan. “tenang sayang, ibu dan ayah akan datang” jawab ibu dengan semangat.

 Dan pada hari dimana pembagian hasil dibagikan ayah dan ibu lilly tidak menepati janjinya dan membuat lilly kesal dan marah. “ya ampun! Mereka dimana sih?, mereka kan sudah janji akan datang” ungkap lilly yang sebentar lagi akan dipanggil namanya. “dan siswa berikutnya Lilly Bouse dari kelas IPA 3” ucap Kepala Sekolah dan lilly pun bergegas naik ke atas untuk menerima hasil kelulusan sambil memikirkan dimana orang tuanya, mengapa mereka tidak datang. Lillypun menerima hasil itu dan membukanya , dan kata-kata yang tercantum adalah *LULUS* lilly pun sangat senang lalu berfoto dengan teman-temannya yang lain. Lalu lilly pun pulang dengan rasa senang dan sedih.

Sesampainya lilly di rumah, dia mendegar suara berisik di dalam rumahnya, dan saat lilly membuka pintu ternyata ayah dan ibunya sedang bertengkar. Lilly pun semakin kesal. “ayah, ibu bisa berhenti ga sih?! Kenapa kalian tidak datang ke sekolah? Kenapa malah bertengkar sih?!” ucap lilly dengan rasa sedih dan kesal. “maaf sayang, kami tidak datang, karena ada sesuatu yang kami harus urusi” jawab ibu dengan rasa menyesal, “iya sayang, jangan marah, ngomong-ngomong bagaimana hasilnya?” , “lulus” jawab lilly lalu berlari ke kamaranya. *toktoktok!!* ketuk ibu di pintu kamar lilly, “lilly, ayo buka pintunya” pinta ibu. Lalu lilly membukakan pintunya, “maaf ya ibu dan ayah tidak datang”, “iya”. Mereka pun terdiam sejenak, “oh ya lilly, i..ibu dan ayah akan pergi besok”, “apa yang kalian lakukan?”, “kami ingin bercerai, jadi kami akan pergi ke pengadilan”, dengan spontan lilly terdiam tidak berbicara lalu berbaring di tempat tidur, dan ibunya tahu lilly terpukul karena ucapanya dan ingin ibu keluar dari kamarnya, lalu ibu keluar dengan cepat. Ternyata lilly hanya berpura-pura tidur dan menutupi wajahnya dengan selimut sambil menangis, “kenapa?” ucap lilly sambil menangis dengan suara yang kecil. Akhirnya lilly tertidur dengan air matanya.

Sinar di pagi hari membangunkan lilly, dengan cepat lilly membuka matanya yang sembab itu. Ucapan ibu kemarin malam membuat lilly tidak mempunyai semangat untuk menjalankan kegiatannya. Dengan berani lilly keluar dari kamarnya, lalu lilly mengintip kamar orang tuanya dan ditangga berharap ucapan ibunya itu tidak benar, ternyata apa yang telah di katakan oleh ibunya memang benar dan mereka sudah pergi. Mereka meninggalkan pesan singkat di papan pesan:

“Dear my love,
Maaf sayang, kami tidak membangunkanmu, karena kami tahu kamu akan memberhentikan kita untuk pergi ke pengadilan, kami janji tidak akan lama, jangan berkeliaran terlalu lama ya sayang.

Kecupan sayang,
Ayah dan Ibu“

“Mereka memang pergi” lilly pun bergegas mengganti bajunya lalu pergi untuk menyegarkan pikirannya yang sedang berasap.
malam datang dan saat lilly melewati halaman rumahnya yang ada mobil, lilly meneruskan langkahnya dan sambil bertanya “mobil siapa ini?”. sebelum lilly membuka pintu, dia mengintip dari jendala dan bertanya pada dirinya “siapa laki-laki yang bersama ayah dan ibu?”. Dengan cepat lilly membuka pintu, “siapa dia yah?” tanya lilly dengan cepat “itu sam, kekasih baru ibumu” jawab ayah dengan sedih. “ibu tega sekali, padahal kalian baru tadi pagi bercerai!” “maaf sayang, kami sebenarnya sudah bercerai dari minggu lalu” jawab ibu berharap lilly menerima lelaki itu”, “jadi tadi pagi untuk apa kalian ke pengadian?” “kami sedang memperebutkan hak asuh kamu, kami sepakat untuk bergantian mengasuhmu”. Dengan spontan semua terdiam sejenak, “kamu mau kan ikut ibu ke california?” tanya ibu memecahkan kesunyian. Lilly pergi ke kamar tanpa berbicara pada semuanya.
“ayolah lilly, tolong buka pintunya” mohon ayah dengan sangat, lalu lilly membukakan pintunya, mereka pun duduk bersama di atas tempat tidur. “aku tidak bisa menerima dia sebagai ayah ku yah” ucap lilly terisak-isak, “ya, ayah tahu tapi bagaimana lagi kamu harus melakukan nya” “tapi aku sangat menyayangimu yah bukan dia” “kamu tetap harus ikut bersama ibumu” “kenapa yah?kenapa?” tanya lilly sambil memeluk erat ayahnya. Lagi-lagi lilly tertidur bersama air matanya.

Suara yang berisik membuat lilly terbangun dari tidunya, lalu lilly duduk di atas kasurnya melihat ibunya sedang mengemas baju-bajunya, “oh kamu sudah bangun, mandi sana” suruh ibu dan lilly mematuhinya. Lilly,ibu dan phil sudah berisiap untuk pergi, lilly berlari ke arah ayah dan memeluknya dengan sangat erat. “ayo sana mereka sudah menunggu” “okey, jaga diri baik-baik ya?” “selalu dan kamu juga” “ya, sampai jumpa yah?” lilly dan ibu pun berangkat. Saat lilly tiba di california tepatnya di rumah baru ibu dan kekasihnya, dia merasa aneh dan tidak nyaman tinggal dengan orang yang dia tidak kenal dan berada di kota seperti ini.

*Tiga tahun kemudian*

            “lilly! Ayo cepat nanti ketinggalan pesawat!” “iya sebentar” jawab lilly tergesah-gesah. Akhirnya setelah tiga tahun tinggal dengan lelaki itu lilly merasa bahagia karena akan tinggal dengan ayahnya di phoenix. “lilly! Di sini” teriak ayah senang, lalu lilly berjalan dengan cepat sambil menarik kopornya. “bagaimana dengan sam di sana? Apakah dia baik padamu?” tanya ayah di dalam mobil dan menyalakan mesin mobilnya, “ya, dia baik sekali padaku, tapi tetap saja aku tidak bisa menerima dia sebagai ayah” jawab lilly dengan santai, “mengapa diakan baik dan pastinya lebih kaya dari pada ayah”, “lalu? Aku tidak peduli yah”, “rasanya kamu jadi sangat pendiam dan rambutmu bertambah panjang”, “ya” jawa lilly dengan singkat.

            Setibanya di rumah ayah dengan segera menunjukan kamar lilly. “ini kamar mu”, “bagus, apakah ayah yang mendekorasinya?”, “ya begitulah”, “terima kasih yah, oh ya ayah masih jadi polisi?”, “tidak sekarang ayah menjadi kepala polisi”, “hahaha, aku rasa itu sama saja polisi yah”. Lalu ayah mengajak lilly untuk pergi ke halaman, “ayah punya sesuatu untuk mu, tapi tutup matamu” , “okey tapi ayah taukan kalau aku benci dengan kejutan”, “ya ayah tahu tapi kali ini ayah yakin akan suka”. Lalu ayah segera menyuruh lilly untuk membuka mata, “tadaaaa, ini hadiah unutkmu , maaf hanya ini yang bisa ayah kasih, dan menurut ayah ini masih bagus dan kuat”, “wow, ini memang bagus, tidak apa-apa aku sangat menyukainya”, “bagus kalau begitu, ini milikmu sekarang” sambil memberikan kunci mobil, “ya terimakasih”. Dari belakang mobil lilly seseorang memakai kursi roda datang, “lilly kenalkan ini teman ayah, tuan charlie”, “lilly” “charlie”, “senang bertemu denganmu” “senang bertemu kamu juga”.

            Pagi hari pun tiba lilly bergegas pergi ke kampus barunya. Setibanya di university of phoenix, dengan tiba-tiba suara ledakan datang dan dan semua orang berhamburan keluar sambil berteriak-teriak. Lilly pun bertanya pada salah satu guru “siapa yang melakukannya pa?” tanya lilly “saya tidak tahu, tapi katanya ada teroris yang menyusup kedalam, tepatnya di ruang olahraga!” seru guru itu. Lilly pun merasa penasaran, dia berlari menuju tempat kejadian untuk memastikan bahwa tidah ada teroris di dalam. Saat lilly sedang mengamati dengan seksama lalu dia membuka pintu dekat ruang kepala sekolah, dengan terkejut dia berteriak saat melihat bom yang sangat banyak lalu meledak dengan kuat, membuat lilly tidak sempat menyelamatkan dirinya.

            Setelah kejadian itu, orang tua lilly bergegas datang ketempat dimana lilly sekoah untuk pertama dan terakhir kalinya. Polisi dan para militer dengan cepat memasuki sekolah itu. Saat para petugas sedang mencari para korban, orang tua lilly berharap lilly bukan salah satu dari korban kejadian ini, tetapi saat seorang petugas menuliskan korban-korban yang meninggal, dengan cepat orang tua lilly melihat dengan seksama, dan dengan kaget dan terisak-isak orang tua lilly menangis karena mengetahui bahwa anak satu-satunya dan yang sangat mereka cintai telah pergi meninggalkan dunia ini selamanya.

Mohon komentarnya yaa 🙂

SHARE
Previous articleBodoh
Next articlePurnama, 15 Maret 2014
saya senang menulis puisi dan cerita:))

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY