PINK BOLD of MEMORY part 3 – Me On Progress

PINK BOLD of MEMORY part 3 – Me On Progress

316
0
SHARE
BG-Rental-Kika-Web

Pagi itu aku terburu-buru berangkat ke kampus, ada kuliah pagi yang harus ku ikuti. Fikiranku yang terlalu lelah membuatku hampir kesiangan dan melewatkan kuliah ku pagi itu.

Helen yang duduk bersebelah dengan ku juga terlihat lesu. Helen adalah mahasiswa yang satu jurusan dengan ku tetapi baru di semester ini kami mulai satu kelas. Dia orang yang paling aktif mengikutiku daripada teman-temanku yang lain. Entah kenapa, kadang-kadang aku sempat berfikir anak itu memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap orang lain. Dia wanita yang agresif dan ekspresif, kompleks sekali sikapnya.

Kepada ku orang yang mungkin baru dikenalnya saja dia seolah-olah menunjukkan bahwa kami sudah bersahabat lama sekali. Mungkin sudah rencana Tuhan, sejak semester itu sampai sekarang kami selalu satu kelas.

Seperti pada pagi itu, dia sudah menyenggol tangan ku sambil berbisik kalau dia mulai kelaparan, dia mengatakan kalau tadi belum sempat sarapan. Saat itu kuliah sedang berlangsung, aku tak menggubrisnya sama sekali. Bagiku hal seperti itu sudah biasa dia lakukan, selalu mengatakan hal-hal yang menurutku tidak penting, tapi itu lucu sekali.

Jam kuliah berakhir, cepat-cepat Helen mengajak ku keluar. Kantin, dia sepertinya benar-benar kelaparan. Aku tidak ikut makan, meskipun sebenarnya juga belum sempat sarapan. “Kamu diet?” kata Helen tiba-tiba.

“Enggak” jawab ku singkat kemudian menyeruput Jus Strawberry pesanan ku.

“Ah..aku lapar sekali” keluhnya lagi. Aku jadi berfikir, jangan-jangan tadi selama kuliah tidak ada yang masuk dikepala ini bocah. “Rhe…tadi Bu Indri nerangin apa sih? Pokoknya catatan kamu nggak boleh dipinjam siapa-siapa dulu sebelum aku. Titik” sambungnya lagi. Aku menarik nafas, ternyata dugaan ku benar.

Drett…Drett…handphone ku bergetar, sepertinya ada SMS masuk. Segera ku ambil dan ku buka pesan itu.

“Rhea…”

Pesan itu dari Adt, aku memang belum menyimpan nomornya, tapi aku ingat semalam aku tidak membalas SMS-nya. Kututup kembali handphone ku, lalu kembali menyeruput Jus Strawberry pesananku. Aku lihat Helen sudah lahap menyantap makanannya, sesekali dia senyum-senyum saat ada bule yg pesan makanan pada bu kantin. Di Kampus ku memang membuka kelas internasional untuk jurusanku. Kantin ini yang sering menjadi tempat makan bule-bule, oleh karena itulah kenapa Helen selalu mengajakku makan di kantin ini. Bukan untuk cuci mata melihat bule-bule itu, tapi Helen suka memperhatikan cara bicara si bule itu saat memesan makanan. Sekarang sudah tidak terlalu parah. Dulu saat pertama kali, dia bahkan pernah tertawa terbahak-bahak melihat cara berbicara mas bule. Aku yang belum terlalu mengenal karakternya, saat itu aku sempat menganggapnya gila. Bagaimana tidak, seketika seisi ruangan menatap ku dan Helen, termasuk mas Bule. Dan saat dia menyadari sudah menjadi pusat perhatian, dengan PeDe-nya dia menepuk-nepuk ku dan mengatakan “Ceritamu lucu sekali Rhe…aku sungguh tidak bisa membayangkan kejadian itu” sambil tertawa lagi. Aku yang sempat bingung dengan perkataannya cuma bisa melongo. Lalu aku paham saat semua kembali seperti semula, ternyata Helen menjadikan aku sebagai alasan dia tertawa terbahak-bahak. Hah dasar…banyak akal juga dia.

“Ahh..kenyang, jadi habis ini kita kemana Rhe? kuliah mulai masih 1,5 jam lagi” tanya Helen.

“Kita tunggu di depan ruang kelas aja” jawab ku.

“Haduh Rheea…kita kayak orang hilang tau nggak kalau kayak gitu, kan agak-agak gimana gitu kalau ada yang lewat” kata Helen. Aku terdiam memikirkan opsi selanjutnya.

“Aku tau tempat yang enak buat ngobrol” sahut Helen.

“Dimana?” tanyaku.

“Ah..sudah..nanti lihat aja” kata dia kemudian menyeruput habis minumannya. Kami kemudian beranjak dari kantin. Helen menunjukkan tempat dibawah pohon besar yang rindang, sangat teduh saat duduk dibawahnya. Aku baru menyadari tempat ini, karna lokasinya ditengah-tengah halaman kampus yang cukup panas. Sejak saat itulah tempat ini menjadi tempat favorit ku dengan Helen.

Drett…Drett…handphone ku bergetar, sepertinya ada SMS masuk lagi. Segera ku ambil dan ku buka pesan itu.

“Kok nggak dibalas Rhee…ini aku Adt yang kemarin SMS itu”

SMS dari Adt, aku termenung lagi, berfikir apa mungkin memang benar aku pernah kenal seseorang bernama Adt.

“Kenapa Rhe..kok melamun? SMS dari siapa sih?” tanya Helen yang sempat melihat aku membaca SMS, dia kemudian sibuk menyalakan laptop.

“Oh..enggak..nggak pa pa” jawab ku.

“Disini connect WIFI nggak yaa…semoga connect” kata Helen. “Ingat yaa Rhee..kalau ini nanti nggak connect pokoknya kita batal disini” sahutnya lagi.

“Maksudmu?” tanyaku ragu-ragu. “Jangan-jangan kalau disini nggak connect kamu mau pindah ke gedung lantai 3 itu” kataku menebak-nebak. Helen senyam-senyum, sepertinya tebakanku benar. Aku sudah membayangkan betapa malasnya jika harus jalan lagi ke gedung lantai 3 itu.

“Haaa…akhirnya, connect kok Rhee..kita nggak perlu kesana” kata Helen kemudian sambil ketawa-tawa. Aku menarik nafas lega..setidaknya ini jauh lebih baik.

Drett…Drett…handphone ku bergetar, sepertinya ada SMS masuk lagi. Segera ku ambil dan ku buka pesan itu.

“Rhee..masak kamu beneran lupa sih, kamu dulu SMA 3 Cinere kan? Kita kenal waktu kamu masih SMA itu”

Membaca SMS-nya dia berhasil membuat aku sedikit yakin kalau kita pernah saling kenal. Lalu ku ketik balasan untuk SMS-nya. Kulihat Helen masih sibuk dengan laptopnya.

Aku : “Iya, tapi aku tidak ingat kamu. Maaf”
Adt : “:) nggak pa pa Rhee..nanti aku buat kamu ingat ;)”

Aku tiba-tiba tersenyum membaca SMS-nya. Dia cukup PeDe juga pikirku. “Eh..Rhee..Rhee..lihat deh” kata Helen menarik perhatian ku ke laptopnya. “Kamu tau kakak tingkat kita yang ini?” tanya Helen sambil menunjukkan pada sebuah foto disalah satu akun facebook. Aku sepertinya tidak asing dengan laki-laki itu. “Iya…kenapa memangnya?” tanyaku serius.

“Dia ganteng kan…?”jawabnya sambil senyum-senyum. Aku lagi-lagi dibuat melongo oleh Helen. Dia segitu lebay-nya menunjukan foto seseorang yang dia nggak kenal hanya untuk di bilang ganteng..aish..lama-lama ingin ku jitak juga kepala ini bocah. “Ya kan Rhee..?” dia bertanya lagi.

“Enggak..biasa aja” jawabku agak jengkel. Dia kemudian mulai manyun dan senyum-senyum lagi saat melihat-lihat foto laki-laki itu.

Drett…Drett…handphone ku bergetar, sepertinya ada SMS masuk lagi. Segera ku ambil dan ku buka pesan itu.

Adt : “Rhee..apa kamu sedang sibuk sekarang?”
Aku : “Iya, aku mau kuliah”
Adt : “Oke..:) nanti aku SMS kamu lagi, dibales yaa ;)”

Lagi-lagi aku tersenyum membaca SMS Adt, sepertinya dia ingin menyindir ku yang suka sesuka hati membalas SMS-nya. Tiba-tiba aku agak kaget saat Helen ternyata daritadi memperhatikan aku. “Apa?” tanyaku.

“Ciee…ciee…senyam senyum emang SMS dari siapa sih? Pacar yaa..” goda Helen. Aku jadi salah tingkah, kenapa dia berfikir begitu, pikirku. “Enggak..” Jawabku. “Emmm….” seru Hellen lagi. “Sudah waktunya ke kelas, ayok nanti telat” kata ku sambil melihat jam tangan dan segera bergegas meninggalkan Helen. “Hey..Rhee..tunggu dong..” kata Helen yang kerepotan memasukan laptopnya dengan buru-buru mengejarku.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY