Malam yang tersesat

Malam yang tersesat

447
0
SHARE

Di antara hitam buah zaitun yang berjatuhan di tanah gurun, kutemukan malam. Ia lusuh dalam balutan awan mendung, murung serupa gadis kehilangan kekasih. Tak ada jejak rembulan di tubuhnya. Tak ada bintang. Ia mengaku t’lah tersesat, kehilangan jalan menuju pulang. Maka kutuntun ia kembali ke langit, ketika dalam nada sesal, malam berkata : aku rindu wajahmu, wahai pagi.

 

~sei~

SHARE
Previous articleAku Tak Berani Lagi Menduga-duga
Next articleRindu II
perempuan biasa

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY