Puisi Kehidupan

16
Feb
2012

Dan ijinkan aku mencintaimu, Tuhan.

Aku tidak bermaksud menyederhanakanmu, Tuhan. Karena pada kenyataannya, seringkali teka-teki yang justru menghampiriku berulang-ulang. Aku yakin ini atas andilmu, karena engkaulah pemilik hidup dan kehidupan ini.
 
Aku tahu, aku sangat sadar. Tentu tidak ada keindahan yang bisa dirasakan olehku bila kehidupan ini sudah engkau buka sedemikian rupa dimataku. Sebagai manusia, sudah tentu kau beri aku sifat yang suka dengan penasaran, sudah tentu pula kau tanamkan pikiran yang selalu ingin menang sendiri. Dan banyak lagi.
 

0
10
Feb
2012

Surga

Seandainya kau bicara tentang surga
Ingin aku jawab kalau aku tak percaya
Kecuali dunia ini
Dunia yang seperti rumitnya pikiran
 
Karena surga bagiku itu sederhana
Dimana putri cantikku digenggaman
Bisa aku cium manakala pagi dan
Bercerita dongeng di malam hari
 
Aku tak butuh orang lain untuk bicara
Terutama mengenai surga
 
Pondok Bambu, 11-12.

0
07
Feb
2012

Kenangan

Satu dari sekian banyak nama akan bertahan, hingga suatu saat kau temukan hilang dan hanya wajah yang terukir dalam kenangan.
 
Pondok Bambu, 11-12

0
01
Feb
2012

Jati diri

Apapun yang ada dalam pemikiranmu
Bukanlah dirimu
Karena dirimu sudah terbentuk
Sejak kau temukan dirimu
 
Tak ada yang bisa menentukan
Karena kau bebas
Tanpa batas bawah ataupun atas
Kau adalah kamu.
 
Pondok Bambu, 11-12

0
30
Jan
2012

Bernyanyilah

Setiap kali aku lihat cermin
Garis diwajahku semakin jelas
Masa lalu berlari ke belakang
Dan aku semakin menjadi tua
 
Setiap hari dihidupku adalah goresan
Sebaris demi baris aku tambahkan
Dalam kertas kosong
Yang bernama hari, bulan dan tahun
 
Tak ada orang yang tahu
Apa yang akan terjadi esok
Tapi bila kaki tegas menjejak
Aku pasti akan tetap berdiri
Sehancur apapun sekelilingku
 
Dan aku akan terus bernyanyi

0
26
Jan
2012

Percayalah..

Untuk apa sebenarnya kau menangis?
Bila memang dia tak pantas untuk itu.
 
Percayalah, bila mereka harus menghilang
Tanda bahwa mereka tak layak di masa depanmu.
 
Pondok Bambu, 11-12

0
13
Jan
2012

Pohon di tepi rantau

Coba bayangkan
Pohon yang berdiri semenjak kecil
Menyerap hujan menumbuhkan diri
Mengirim akar mencari dan mencari..
Terus mencari diantara halusnya tanah
Sesekali menembus diantara bebatuan
Juga kerikil..

Dia sendirian mengalahkan kelaparan
Sendirian melawan limbah
bahkan sendirian melawan zat kimia

Tapi dia hadir memberi kesegaran
Menawarkan kesejukan kepada semuanya
Kepada setiap orang yang berhenti duduk
Mengelus hewan yang bersembunyi di balik daun

5
Average: 5 (1 vote)
12
Jan
2012

sekedar kata

buat apa kiTa bercerita tentang yang lalu...
biLa hari telah menenggelamkanya bersama air mata,
buat apa kiTa menggali kenangan kemarin
biLa waKtu telah menguburnya bersama keindahannya.
fajar menyising, senjapun tenggelam berganti maLam..
berceritalah tentang hari ini untuk esok, dan bermimpilah untuk masa depan.
 

5
Average: 5 (1 vote)
12
Jan
2012

tanpa judul

 

tiada cerita dalam ketiadaan yg mengakhirkan kita pada suatu problema kehidupan yang berliku..sungguh tiada terpikir dan terduka tentang realita kenyataan hidup dalam sebuah logika yang tak pasti..
menunggu, menanti, dan berharap.......

hidup hanyalah sebuah rangkaian cerita yang trus berulang...
tnpa kita sadari krna kita buta oleh waktu yang memanjakan kita..
 

5
Average: 5 (1 vote)
10
Jan
2012

Buah hati yang terabaikan....!!!!

Diantra puing-puing waktu..,
kubertanya cinta pada sebongkah impian..??
inikah mimpi duniaku ataukah alam mengungkapkan beritanya tentang kenyataan ini....!!!

Dari semak belukar duri paruh usiaku..kuselalu bermimpi akan sebuah kasih yang tak pernah kumiliki.
Terbata-bata,tersungkur dalam naungan kasih diantra rahim-rahim yang berbeda.
Meski derai rintik pelupuk mata selalu ada.tpi kucoba bernaung pada serpihan waktu yang terbuang diantara sepiku.
Renta sepanjang waktu membenahi usiaku, 28 tahun

5
Average: 5 (1 vote)